Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan nugget ikan nila yang diperkaya daun kelor (Moringa oleifera) sebagai inovasi pangan bergizi untuk mendukung Program Gemarikan berbasis kearifan lokal. Inovasi ini merupakan bagian dari penelitian Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) berjudul “Diversifikasi Olahan Daun Kelor (Moringa oleifera) Multikhasiat Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal”.
Pengembangan produk ini memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan memiliki nilai gizi. Ikan nila dipilih sebagai sumber protein hewani yang banyak dibudidayakan di Indonesia, sementara daun kelor dimanfaatkan karena mengandung protein, serat, mineral, serta senyawa bioaktif. Perpaduan keduanya dikembangkan menjadi nugget yang praktis sebagai salah satu alternatif pangan bergizi.
Penelitian ini merupakan kolaborasi antara Universitas Negeri Malang, Universitas Mataram, Universitas Brawijaya, dan CV Tri Utami Jaya Mataram. Tim penelitian dari UM diketuai oleh Prof. Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. dan melibatkan tiga orang dosen dari bidang keilmuan yang berbeda, yaitu dosen Ilmu Gizi, dan dosen Ekonomi. Keterlibatan tersebut mendukung pengembangan penelitian dari berbagai aspek, mulai dari pengembangan dan formulasi produk, kajian gizi dan mutu produk, hingga perhitungan dan analisis ekonomi pasar. CV Tri Utami Jaya berperan sebagai mitra dalam mendukung pengembangan inovasi pangan berbasis bahan lokal.
Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dan bidang keilmuan, penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan inovasi pangan lokal yang memperhatikan aspek gizi, mutu, penerimaan produk, serta potensi pengembangan ekonomi pasar. Pemanfaatan ikan nila dan daun kelor juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi pangan berbasis bahan lokal untuk mendukung penyediaan pangan bergizi dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Pengembangan nugget nila-kelor ini sejalan dengan SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui diversifikasi dan pemanfaatan pangan lokal, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan pangan bergizi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra.



