Universitas Negeri Malang (UM) menjadi bagian dari pelaksanaan Summer Course 2026 “Scaling Sustainable Regional Resource Development, Integrating University Research and Community Education” yang diikuti oleh 16 mahasiswa Universitas Amal Ilmiah (UNA’IM) Yapis Wamena. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama kedua perguruan tinggi sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran kepada mahasiswa melalui integrasi riset perguruan tinggi, pengembangan wawasan akademik, dan pendidikan berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Rektor Universitas Negeri Malang, dan Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd., CRA., CRP., Rektor Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena. Dari pihak UNA’IM Yapis Wamena turut hadir Dr. Tiomy Butsianto Adi, S.E., M.Si., Direktur Pascasarjana, bersama Kepala Biro Keuangan dan Unit Usaha serta Staf Magister Ilmu Manajemen.
Sementara itu, UM turut melibatkan Prof. Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.MT., Ph.D., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM, bersama Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., Sekretaris LPPM UM, dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Penguatan Kerja Sama Akademik UM dan UNA’IM
Salah satu agenda dalam rangkaian Summer Course 2026 adalah penandatanganan MoU/MoA kerja sama antara Pascasarjana UNA’IM Yapis Wamena dan Universitas Negeri Malang. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan kedua perguruan tinggi serta membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia.
Selain agenda kerja sama, 16 mahasiswa UNA’IM Yapis Wamena mengikuti berbagai kegiatan pengenalan lingkungan akademik UM. Peserta melakukan campus tour ke Museum Edukasi UM dan Perpustakaan UM sebagai bagian dari pengalaman belajar dan pengenalan fasilitas pendukung kegiatan akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembelajaran yang berkaitan dengan pengembangan hasil riset. Peserta mendapatkan materi “Beyond Thesis & Dissertation: Mengubah Hasil Riset Pascasarjana Menjadi Artikel Bereputasi” yang disampaikan oleh Dr. Made Duananda Kartika Degeng, S.Pd., M.Pd. Materi tersebut memberikan wawasan mengenai pengembangan hasil penelitian pascasarjana menjadi karya ilmiah yang memiliki nilai publikasi lebih luas.
Memperkuat Wawasan Transformasi Digital dan Manajemen Pendidikan
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti materi “Transformasi Digital dan Manajemen Pendidikan” yang disampaikan oleh Prof. Taufik Ikhwan Slamet, Ph.D. Pembelajaran dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan tanya jawab sehingga peserta memiliki ruang untuk mendalami materi serta bertukar perspektif.
Rangkaian hari kedua ditutup dengan refleksi hasil pembelajaran. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk menghubungkan materi akademik yang diperoleh peserta dengan pengalaman dan konteks pengembangan pendidikan di daerah masing-masing.
Belajar dari Lingkungan dan Masyarakat
Memasuki hari ketiga, Sabtu, 12 September 2026, kegiatan Summer Course diarahkan pada pembelajaran berbasis masyarakat dan lingkungan. Peserta mengikuti lokakarya di Universitas Merdeka (UNMER) sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bedengan, Dau, Kabupaten Malang.
Di Bedengan, peserta mengikuti lokakarya yang terdiri atas sesi materi dan dinamika kelompok serta kegiatan outbound dan dinamika kelompok. Pembelajaran lapangan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dan lingkungan dalam proses pembelajaran serta pengembangan sumber daya wilayah.
Melalui rangkaian Summer Course 2026, UM dan UNA’IM Yapis Wamena tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga membangun ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa. Integrasi antara riset perguruan tinggi dan pendidikan masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan sumber daya regional yang berkelanjutan serta memperluas jejaring kolaborasi antarp perguruan tinggi.



