Universitas Negeri Malang (UM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan durian afkiran sebagai bahan baku produk olahan jenang di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada 19 Juli 2026. Kegiatan yang diketuai oleh Prof. Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., Kepala Pusat Kesehatan dan Pangan LPPM UM, ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mendukung diversifikasi produk olahan berbasis potensi lokal.
Desa Jombok merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi komoditas durian dan menjadi bagian dari aktivitas wisata petik durian. Namun, dalam setiap masa panen terdapat buah durian dengan kondisi fisik yang kurang sempurna atau mengalami cacat ringan sehingga nilai jualnya menurun. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kehilangan nilai ekonomi apabila buah hanya dipasarkan dalam bentuk segar tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut.
Jika diasumsikan sekitar 20--30 persen dari total 8.000 buah durian mengalami cacat ringan, maka terdapat sekitar 1.600--2.400 buah per panen yang berpotensi mengalami penurunan nilai jual. Padahal, buah durian yang mengalami cacat fisik masih dapat memiliki daging buah dengan cita rasa dan kualitas yang layak untuk diolah menjadi produk pangan bernilai tambah.
Mendorong Hilirisasi Durian Afkiran
Pemanfaatan durian afkiran menjadi produk olahan merupakan salah satu strategi untuk mengurangi potensi kehilangan nilai ekonomi sekaligus memperluas pemanfaatan hasil panen. Pengolahan tersebut juga dapat mendukung peningkatan daya serap pasar dan memberikan alternatif sumber pendapatan bagi petani maupun pelaku UMKM.
Selama ini, UMKM penunjang wisata petik durian di Desa Jombok masih banyak berfokus pada penjualan buah segar. Diversifikasi produk berbasis durian belum berkembang secara optimal karena adanya keterbatasan teknologi pengolahan dan peralatan produksi. Salah satu produk yang telah dikembangkan adalah jenang durian, tetapi proses pembuatannya masih dilakukan secara manual dengan kapasitas produksi yang terbatas.
Proses pengadukan adonan jenang secara manual membutuhkan tenaga kerja yang cukup besar dan waktu yang relatif lama. Selain itu, proses tersebut juga dapat memengaruhi konsistensi hasil serta aspek keselamatan dan higienitas selama produksi. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi agar pengolahan durian afkiran dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang lebih produktif.
Terapkan Mesin Pengaduk Jenang Berbasis Teknologi Tepat Guna
Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian LPPM UM menerapkan teknologi tepat guna berupa mesin pengaduk dodol atau jenang yang menggunakan bahan baku daging durian. Mesin dirancang secara khusus untuk mendukung kegiatan pengolahan pangan skala desa di Desa Jombok.
Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu mengatasi proses pengadukan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Mesin menggunakan sistem pengadukan mekanis dengan kecepatan rendah dan torsi tinggi sehingga mampu mengolah adonan jenang durian yang memiliki karakteristik sangat kental dan lengket secara lebih stabil dan merata.
Penerapan mesin ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban tenaga kerja dalam proses produksi sekaligus meningkatkan efisiensi waktu pengolahan. Penggunaan teknologi juga diharapkan dapat membantu menghasilkan adonan dengan tingkat kematangan dan konsistensi yang lebih seragam sehingga mendukung peningkatan mutu produk.
Tingkatkan Nilai Tambah dan Potensi Usaha Masyarakat
Pemanfaatan durian afkiran melalui pengolahan menjadi jenang menunjukkan bahwa hasil pertanian yang sebelumnya memiliki nilai jual rendah masih dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah. Strategi tersebut tidak hanya membantu mengurangi potensi pemborosan hasil panen, tetapi juga membuka peluang diversifikasi produk bagi pelaku usaha di kawasan wisata petik durian.
Melalui penerapan teknologi tepat guna, LPPM UM mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal secara lebih efektif dan berkelanjutan. Pengembangan jenang berbahan daging durian afkiran diharapkan dapat menjadi alternatif hilirisasi komoditas durian sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan pengembangan usaha masyarakat di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang.


