MANGGARAI TIMUR, NTT – Tim Pusat Lingkungan, Mitigasi dan Kebencanaan (PLMK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) bersama relawan UM memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 30 Agustus hingga 1 September, dengan menjangkau tiga desa di Kecamatan Congkar.
Pelayanan kesehatan dilakukan secara langsung di lokasi terdampak dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, layanan diberikan di Posko Kesehatan Desa Satar Nawang, Desa Wea, dan Desa Golo Ngawan. Secara keseluruhan, kegiatan menjangkau ratusan masyarakat terdampak dengan berbagai keluhan kesehatan yang membutuhkan penanganan.
Tiga Desa, Ratusan Masyarakat Terlayani
Pada hari pertama, 30 Agustus, tim memberikan pelayanan kesehatan di Posko Kesehatan Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar. Kegiatan tersebut memberikan manfaat kepada 197 warga terdampak bencana.
Pelayanan kemudian dilanjutkan pada 31 Agustus di Desa Wea, Kecamatan Congkar, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 247 orang. Pada hari ketiga, 1 September, tim bergerak ke Desa Golo Ngawan dan memberikan layanan kepada 203 warga.
Di setiap lokasi, masyarakat yang datang ke posko terlebih dahulu menjalani proses registrasi dan anamnesis untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan. Selanjutnya, tim melakukan pemeriksaan fisik dasar, termasuk pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, sebagai bagian dari proses identifikasi kondisi kesehatan masyarakat.
Pelayanan juga mencakup pemberian tatalaksana medis kuratif terhadap berbagai keluhan penyakit yang ditemukan. Pasien memperoleh perbekalan obat rawat jalan secara langsung sesuai dengan manifestasi klinis dan resep yang diberikan oleh tenaga medis.
Selain penanganan medis, tim juga memberikan edukasi dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat setempat. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kondisi kesehatan, pencegahan penyakit, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan selama masa pemulihan pascabencana.
Pemetaan Kondisi Kesehatan Masyarakat
Pelayanan yang diberikan juga menjadi bagian dari upaya memetakan kondisi kesehatan masyarakat terdampak. Berdasarkan data pasien yang ditangani, tim melakukan pemetaan struktur demografi terhadap 647 pasien.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai kelompok usia yang mendapatkan pelayanan sekaligus menjadi informasi penting bagi tim dalam menyesuaikan pendekatan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
Tidak hanya pelayanan kesehatan umum, tim juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk ibu hamil. Pelayanan dan pendampingan diberikan kepada ibu hamil yang mengalami kondisi psikologis pascabencana sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat terdampak.
ISPA dan Keluhan Penyakit Kronis Mendominasi
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sejumlah pola keluhan kesehatan yang menonjol di masing-masing lokasi pelayanan.
Pada hari pertama di Desa Satar Nawang, empat tren penyakit terbanyak yang ditemukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 54 kasus, Gastritis/Dispepsia sebanyak 25 kasus, Hipertensi Primer sebanyak 17 kasus, serta Low Back Pain (LBP) atau nyeri pinggang sebanyak 14 kasus.
Sementara itu, pelayanan pada hari kedua di Desa Wea menunjukkan Gizi Kurang sebagai salah satu temuan yang menonjol dengan 47 kasus. Selanjutnya ditemukan ISPA sebanyak 26 kasus, LBP sebanyak 11 kasus, Neuromyalgia sebanyak 10 kasus, dan Gastritis sebanyak 9 kasus. Sejumlah kasus lain yang turut ditemukan antara lain Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan Hipertensi.
Pada hari ketiga di Desa Golo Ngawan, morbiditas utama kembali didominasi oleh ISPA sebanyak 30 kasus dan Low Back Pain (LBP) sebanyak 23 kasus. Keluhan lainnya meliputi Gastritis sebanyak 9 kasus, Atralgia sebanyak 7 kasus, serta Osteoarthritis (OA) sebanyak 5 kasus.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat terdampak menghadapi beragam persoalan kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, keluhan pencernaan, gangguan muskuloskeletal, hingga kondisi yang berkaitan dengan penyakit kronis dan status gizi. Hasil pemeriksaan lapangan menjadi dasar bagi tim untuk memberikan penanganan sesuai kebutuhan sekaligus edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Hadirkan Respons Kesehatan di Tengah Situasi Bencana
Keterlibatan PLMK LPPM UM bersama relawan UM dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan akibat bencana. Pelayanan tidak hanya diarahkan pada penanganan keluhan kesehatan, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta pendampingan kelompok rentan.
Melalui layanan kesehatan yang dilakukan secara langsung di tiga desa, UM berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Manggarai Timur. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang dibutuhkan sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana dan proses pemulihan pascabencana.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata pengabdian UM kepada masyarakat, dengan mengintegrasikan kepedulian terhadap kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat ke dalam respons kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.


