MALANG – Pusat Etik Ilmiah (PEI), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM), berkontribusi dalam pengembangan kompetensi pengelola perpustakaan sekolah melalui keterlibatan Dr. Setiawan, S.Sos., M.IP., tim pengembang PEI LPPM UM, sebagai narasumber dalam kegiatan Diklat Calon Kepala Perpustakaan Sekolah Pola 120 JP se-Indonesia Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (1/10/2026) ini bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan diikuti oleh 56 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Setiawan menyampaikan materi “Akreditasi Perpustakaan Sekolah II dan Penilaian Kinerja Guru sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah”. Materi ini berfokus pada penguatan pemahaman calon kepala perpustakaan sekolah mengenai standar mutu, tata kelola, serta evaluasi kinerja untuk mendukung penyelenggaraan layanan perpustakaan yang profesional dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan diklat dibuka oleh Kepala Perpustakaan Universitas Negeri Malang, Nurenzia Yannuar, S.S., M.A., Ph.D. Pelaksanaan secara daring memungkinkan peserta dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti kegiatan tanpa harus hadir secara fisik di satu lokasi. Format ini sekaligus mendukung perluasan akses terhadap pengembangan kompetensi dan pertukaran pengetahuan di bidang perpustakaan sekolah.

Penguatan Mutu dan Tata Kelola Perpustakaan Sekolah

Dalam materi “Akreditasi Perpustakaan Sekolah II”, peserta memperoleh pembahasan mengenai pentingnya akreditasi sebagai bagian dari peningkatan mutu dan evaluasi penyelenggaraan perpustakaan. Persiapan akreditasi memerlukan pengelolaan dokumen yang tertib, pemahaman terhadap standar dan indikator yang berlaku, serta kesesuaian antara bukti administrasi dan kondisi nyata layanan perpustakaan.

Aspek yang perlu diperhatikan meliputi pengelolaan koleksi, layanan pemustaka, tenaga pengelola, sarana dan prasarana, program literasi, serta tata kelola sesuai ketentuan yang berlaku. Pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut menjadi dasar bagi pengelola untuk meninjau kesiapan perpustakaan dan mengidentifikasi bagian yang perlu ditingkatkan.

Sementara itu, materi “Penilaian Kinerja Guru sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah” menyoroti pelaksanaan tugas secara terukur dan bertanggung jawab. Kepala perpustakaan sekolah tidak hanya berperan dalam pengaturan koleksi, tetapi juga dalam perencanaan program, pengembangan layanan, koordinasi dengan warga sekolah, dukungan terhadap kegiatan literasi, serta evaluasi hasil kerja.

Pemahaman mengenai penilaian kinerja diharapkan membantu peserta menyusun rencana kerja, mendokumentasikan pelaksanaan tugas, dan melakukan perbaikan berkelanjutan sesuai pedoman yang berlaku.

Kontribusi LPPM UM dalam Pengembangan Kompetensi

Keterlibatan Dr. Setiawan sebagai tim pengembang PEI LPPM UM dalam kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi keilmuan melalui berbagi pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perpustakaan sekolah. Pembahasan mengenai akreditasi dan penilaian kinerja memberikan ruang bagi peserta untuk memahami hubungan antara standar mutu, pelaksanaan tugas, dokumentasi, dan evaluasi dalam pengelolaan perpustakaan.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menghubungkan standar dan indikator mutu dengan praktik sehari-hari di perpustakaan sekolah. Pengelolaan dokumen yang baik, evaluasi berkala, serta penyusunan program sesuai kebutuhan pengguna dapat mendukung peran perpustakaan sebagai pusat sumber belajar.

Kolaborasi dengan Pusdiklat Perpusnas RI dan pelaksanaan secara daring juga memperluas jangkauan kegiatan pengembangan kompetensi bagi peserta lintas wilayah. Kontribusi narasumber dari PEI LPPM UM dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berbagi pengetahuan untuk mendukung penguatan tata kelola dan peningkatan mutu layanan perpustakaan sekolah.