Universitas Negeri Malang (UM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan teknologi mesin pemisah tulang ikan bagi kelompok usaha perikanan di Pantai Gurah, Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Kegiatan yang diketuai oleh Prof. Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., Kepala Pusat Kesehatan dan Pangan LPPM UM, ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi pengolahan hasil perikanan masyarakat setempat.
Pantai Gurah merupakan salah satu kawasan pesisir di Desa Tugurejo yang menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. Sebagian warga, khususnya masyarakat Dusun Tugurejo, bekerja sebagai nelayan dan mengandalkan hasil tangkapan laut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Berbagai jenis hasil laut, seperti ikan salem, gurita, cumi-cumi, hingga lobster, menjadi komoditas yang ditangkap dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di wilayah Blitar dan Malang.
Penerapan Teknologi untuk Mendukung Pengolahan Hasil Perikanan
Salah satu tantangan dalam pengolahan hasil perikanan adalah proses pemisahan daging ikan dari tulang atau duri yang masih dilakukan secara manual. Proses tersebut membutuhkan waktu dan tenaga, terutama ketika jumlah ikan yang diolah cukup banyak. Kondisi ini menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produktivitas kelompok usaha perikanan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim LPPM UM memperkenalkan mesin pemisah tulang ikan yang dirancang untuk membantu mempercepat proses pengolahan. Teknologi tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik unit pengolahan ikan skala kecil dan menengah, termasuk keterbatasan daya listrik dan kemampuan operator.
Mesin menggunakan material yang aman untuk bersentuhan langsung dengan bahan pangan serta dirancang dengan ukuran dan bobot yang relatif ringkas. Penggunaan sumber tenaga listrik yang rendah juga memungkinkan teknologi tersebut diterapkan pada unit pengolahan dengan kapasitas listrik terbatas. Selain itu, sistem pengoperasian dibuat sederhana sehingga dapat digunakan oleh operator dengan tingkat keterampilan teknis yang beragam.
Penyerahan Mesin dan Pelatihan bagi Kelompok Nelayan
Penerapan teknologi mesin pemisah tulang ikan dilakukan melalui penyerahan mesin kepada kelompok usaha perikanan di Pantai Gurah pada 18 Mei 2025. Kegiatan tersebut tidak hanya berupa penyerahan alat, tetapi juga disertai dengan pelatihan dan praktik langsung mengenai tata cara pengoperasian mesin.
Melalui pelatihan tersebut, anggota kelompok mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan mesin secara tepat dan aman dalam proses pengolahan ikan. Pendampingan juga diharapkan dapat membantu kelompok mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sehingga mesin yang diberikan dapat digunakan secara berkelanjutan dalam kegiatan usaha.
Penerapan teknologi tepat guna ini menjadi salah satu bentuk kontribusi LPPM UM dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Pemanfaatan mesin pemisah tulang ikan diharapkan dapat membantu mengurangi beban kerja manual, mempercepat proses produksi, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah hasil perikanan.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara akademisi dan kelompok usaha perikanan, penerapan teknologi diharapkan tidak berhenti pada pemberian alat, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan produktivitas dan pengembangan usaha masyarakat pesisir di Kabupaten Blitar.


