Malang — Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat global melalui capaian hibah internasional yang diraih oleh Eli Hendrik Sanjaya, Ph.D, dosen Departemen Kimia sekaligus Kepala Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) LPPM UM. Penelitian berjudul “Waste To Energy: Optimizing Sustainable Bioethanol Production From Potato Peel Waste Supplemented with Tofu Wastewater Using Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF) Techniques” berhasil memperoleh pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program WCU Equity dengan skema Penelitian International Research Network (IRN) Tahun 2025-2026.
Penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi konversi limbah organik menjadi energi terbarukan berupa bioetanol. Limbah kulit kentang sebagai sumber lignoselulosa dipadukan dengan limbah cair tahu yang kaya nutrien untuk meningkatkan efisiensi proses fermentasi. Metode yang digunakan adalah Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF), yang memungkinkan optimalisasi tahap hidrolisis dan fermentasi secara terpisah sehingga menghasilkan rendemen bioetanol yang lebih tinggi dan stabil.
Dalam pelaksanaannya, penelitian ini melibatkan kolaborasi internasional dengan Abdelgawad Saad, peneliti dari Agricultural Research Center, Mesir. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan riset global serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan inovasi teknologi yang dihasilkan.
Menurut Eli Hendrik Sanjaya, penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan energi alternatif, tetapi juga mengusung konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah. “Kami berupaya mengintegrasikan limbah padat dan cair menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mengurangi beban lingkungan,” ujarnya.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDGs 7 (Affordable and Clean Energy): melalui produksi bioetanol sebagai energi terbarukan.
- SDGs 12 (Responsible Consumption and Production): dengan pemanfaatan limbah agroindustri menjadi sumber daya bernilai.
- SDGs 13 (Climate Action): melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari limbah organik.
- SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): melalui pengembangan teknologi bioproses berbasis inovasi.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan pada skala industri kecil hingga menengah, khususnya pada sektor agroindustri di Indonesia. Selain itu, teknologi yang dikembangkan berpotensi menjadi solusi strategis dalam mendukung transisi energi bersih dan pengelolaan limbah berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendorong riset unggulan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, serta memperkuat posisi UM dalam jejaring penelitian internasional.
