Pusat Studi Gender dan Kependudukan (PGK) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mencegah stunting.
Hasil panen berupa sayuran, telur, dan daging ayam kemudian disalurkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat.
Program serupa juga diterapkan di Posyandu Desa Delanggu, Kabupaten Klaten. Melalui program tersebut, keluarga menerima paket pangan segar setiap pekan untuk diolah sendiri di rumah sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong kebiasaan memasak dan makan bersama keluarga.
Dorong Konsumsi Pangan Lokal
Selain membahas pemanfaatan pekarangan, webinar juga mengangkat pentingnya literasi pangan. Peserta diajak memahami konsep Isi Piringku, yang menganjurkan setengah porsi makanan terdiri atas sayur dan buah.
Britania juga mengajak masyarakat kembali mengenal berbagai sumber pangan lokal seperti sagu, sorgum, dan singkong yang memiliki nilai gizi tinggi serta berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap beras.
Tak kalah menarik, peserta dikenalkan kembali pada tradisi meramban (foraging), yakni mencari bahan pangan liar yang tumbuh di alam seperti daun mangkokan, pegagan, dan ciplukan. Menurutnya, kekayaan hayati Indonesia yang sangat besar perlu dimanfaatkan secara bijak sebagai sumber pangan alternatif.
Mendukung Target SDGs
LPPM UM menilai kegiatan ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs).
- SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) tercermin lewat pendekatan pemberdayaan struktural seperti pelatihan, bantuan modal usaha, dan bantuan pendidikan bagi keluarga prasejahtera, bukan sekadar bantuan instan yang bersifat sementara.
- SDG 2 (Tanpa Kelaparan) terlihat dari program kebun dapur dan ketahanan pangan keluarga yang memastikan akses pangan bergizi, khususnya bagi kelompok rentan.
- SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) hadir lewat program pangan sehat bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya konkret mencegah stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
- Sementara SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) tercermin dari prinsip kegiatan yang minim sampah, pemanfaatan limbah sayuran sebagai pakan ternak, serta dorongan mengonsumsi pangan lokal yang lebih dekat dari kebun ke meja sehingga menekan emisi transportasi dan mendukung ekonomi petani sekitar.
Antusias Diikuti Berbagai Kalangan
Webinar diikuti sebanyak 34 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dosen, guru PAUD, mahasiswa, hingga masyarakat umum dan ibu rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, LPPM UM berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah, sekecil apa pun, sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam membangun ketahanan pangan keluarga, meningkatkan gizi masyarakat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.