MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan Workshop dan Klinik Penyusunan Proposal Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CBHE) Tahun 2026 pada Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.15 WIB ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu melalui pertemuan luring di Ruang Seminar Lantai 1 Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UM dan secara daring melalui platform konferensi virtual.
Workshop ini diikuti sekitar 85 peserta yang terdiri atas dosen-dosen UM. Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam mengembangkan ide proyek serta menyusun proposal yang kompetitif untuk program Hibah Internasional secara umum dan lebih khusus Hibah Erasmus+ CBHE. Inisiatif ini juga menjadi upaya strategis UM untuk memperluas peluang pendanaan pendidikan tinggi dan memperkuat kolaborasi internasional.
Acara dibuka oleh Ketua LPPM UM, Prof. Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.MT., Ph.D. Beliau menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Pelaksanaan secara hybrid memungkinkan partisipasi yang lebih luas, sehingga dosen dan tenaga kependidikan dapat mengikuti kegiatan tanpa terbatas oleh lokasi. Workshop ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung visi internasionalisasi UM.
Mengenal Program dan Merumuskan Ide Proyek
Sesi pertama menghadirkan Prof. Evi Eliyanah dari UM yang memaparkan gambaran umum bagaimana hibah internasional diberikan ke para peneliti dan peluan para peneliti UM untuk mendapatkan hibah internasional. Kriteria dan prioritas program, serta posisi strategis perguruan tinggi Indonesia dalam membangun kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara.
Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh pemahaman tentang cara menerjemahkan kebutuhan institusi menjadi ide proyek yang kuat dan relevan. Pembahasan mencakup identifikasi permasalahan, penentuan perubahan yang ingin dicapai, pemetaan calon mitra, serta perumusan dampak proyek yang terukur dan berkelanjutan.
Membangun Konsorsium dan Menulis Proposal
Narasumber dari Malaysia, Dr. Nordin Yahaya, memaparkan strategi membangun konsorsium internasional, termasuk cara mengidentifikasi dan menjajaki mitra dari Eropa maupun kawasan regional yang sesuai dengan tujuan proyek. Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan jejaring akademik yang telah tersedia untuk membangun kemitraan yang kuat dan saling melengkapi.
Selain pengembangan konsorsium, narasumber membahas aspek teknis penyusunan proposal, mulai dari struktur proyek, pembagian paket kerja (work packages), penetapan peran setiap mitra, perencanaan kegiatan, perumusan luaran, hingga strategi keberlanjutan setelah pendanaan berakhir.
Klinik Proyek: Mengembangkan Gagasan Menjadi Proposal
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan klinik proyek yang dipandu oleh Dr. Muhibuddin Fadhli, M.Pd. Dalam sesi ini, peserta berkesempatan mempresentasikan gagasan proyek, memperoleh masukan, dan mendiskusikan langkah-langkah pengembangannya menjadi proposal hibah internasional, baik Erasmus+ CBHE maupun hibah internasional yang lain.
Pembahasan juga mencakup penjajakan calon mitra konsorsium dan penguatan kesesuaian antara kebutuhan institusi, tujuan program, rencana kegiatan, serta dampak yang ditargetkan. Melalui sesi ini, peserta diharapkan dapat menghasilkan gagasan proyek dan draf awal proposal yang dilengkapi dengan gambaran calon mitra konsorsium.
Proposal yang dikembangkan selanjutnya diharapkan dapat dipersiapkan untuk diajukan sesuai dengan jadwal dan ketentuan call for proposals Erasmus+ CBHE yang berlaku.
Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals
Selain memperkuat kapasitas penyusunan proposal hibah internasional, kegiatan ini turut mendukung kontribusi UM terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Kontribusi terhadap SDG 4 diwujudkan melalui pengembangan proyek yang berorientasi pada penguatan kapasitas pendidikan tinggi, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan riset dan inovasi melalui kemitraan internasional. Sementara itu, SDG 7 menjadi salah satu bidang potensial yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan mitra Eropa dan regional, khususnya dalam proyek yang mengangkat isu energi bersih, energi terjangkau, dan keberlanjutan.
Bagi dosen dan peneliti, workshop ini diharapkan meningkatkan keterampilan penyusunan proposal, memperluas akses terhadap peluang pendanaan internasional, serta membuka jejaring kolaborasi global (SDGS 17). Bagi UM, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas institusi dalam memperoleh hibah internasional, meningkatkan produktivitas riset kolaboratif, dan memperkuat reputasi akademik di tingkat global.
Dalam jangka panjang, kolaborasi yang terbangun melalui program Erasmus+ CBHE diharapkan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, perguruan tinggi mitra, dan masyarakat melalui pengembangan pendidikan, riset, serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.



