Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) membawa lebih dari 20 produk inovasi hasil penelitian dan pengembangan sivitas akademika ke ajang Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026, khususnya Indo Machinery Investment & Trade Show 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta. Pameran yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi kesempatan bagi LPPM UM untuk memperkenalkan hasil riset sekaligus membuka peluang kerja sama dengan dunia industri.

Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya UM mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan industri dan pasar. Ajang INTI 2026 sendiri menjadi ruang pertemuan pelaku bisnis, teknologi, pemerintah, akademisi, investor, hingga inovator dengan orientasi kerja sama business-to-business (B2B).

Puluhan Inovasi UM Dipamerkan

Booth UM menghadirkan lebih dari 20 produk inovasi dengan format yang beragam. Tidak hanya menampilkan produk dan prototipe fisik, UM juga menyajikan video, poster ilmiah, brosur, hingga berbagai media informasi interaktif.

Keragaman tersebut membuat pengunjung dapat melihat inovasi UM dari berbagai sisi, mulai dari bentuk produk, gagasan, teknologi yang dikembangkan, hingga peluang penerapannya. Selama pameran berlangsung, sejumlah pelaku industri, pemerintah, akademisi, investor, dan inovator turut berinteraksi dengan tim UM. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan dan penyempurnaan produk agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Dorong Riset UM Tak Berhenti di Kampus

Bagi LPPM UM, keikutsertaan dalam Indo Machinery 2026 bukan sekadar agenda pameran. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membawa hasil penelitian dari lingkungan akademik menuju ruang interaksi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Ketertarikan dan komunikasi yang terbangun selama pameran diharapkan dapat berlanjut pada tahap pengembangan produk, uji penerapan, penjajakan kemitraan, business matching, hingga peluang komersialisasi.

Dengan langkah tersebut, hasil riset sivitas akademika UM diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai guna dan daya saing.

Bangun Ekosistem Hilirisasi Riset

Partisipasi UM di INTI 2026 sekaligus memperkuat upaya membangun ekosistem hilirisasi yang menghubungkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat. Melalui ekosistem tersebut, hasil penelitian dapat terus dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga membuka peluang agar inovasi yang dihasilkan sivitas akademika dapat diuji, disempurnakan, dan dimanfaatkan secara lebih luas.
Kehadiran lebih dari 20 inovasi UM di ajang INTI 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperluas jejaring sekaligus mencari peluang pengembangan produk ke tahap berikutnya. Dengan mempertemukan riset dan kebutuhan industri secara langsung, UM mendorong agar inovasi perguruan tinggi memiliki nilai guna, daya saing, serta dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.