Malang, 17 Juli 2026 – Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan Workshop and Discussion on the Use of Pyrolysis Machines for Converting Plastic Waste into Fuel pada Jumat (17/7/2026) di Ruang Seminar LPPM UM, Graha Rektorat Lantai 6. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi internasional berbasis Penta-Helix yang melibatkan unsur akademisi, pemerintah, industri, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dalam mencari solusi nyata terhadap permasalahan sampah di Indonesia.
Workshop diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, di antaranya Yun Ding Fong Green Energy Co., Ltd. dari Taiwan sebagai mitra industri internasional, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, pengelola sampah dari TPS3R, organisasi keagamaan, serta komunitas dan masyarakat pemerhati lingkungan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Acara dibuka dengan paparan dari Dr. Arif Dermawan, Ketua TPA Supit Urang Kota Malang, yang menyampaikan materi mengenai karakteristik sampah di Indonesia. Dalam paparannya, Dr. Arif menjelaskan bahwa peningkatan jumlah timbulan sampah, khususnya sampah plastik, menjadi tantangan besar yang membutuhkan pendekatan terpadu mulai dari pengurangan di sumber, pemilahan, daur ulang, hingga penerapan teknologi pengolahan yang ramah lingkungan.
“Pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan sistem pembuangan akhir. Diperlukan pemilahan sampah dari sumber serta inovasi teknologi yang mampu memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi beban lingkungan,” jelas Dr. Arif Dermawan.
Sesi berikutnya menghadirkan dua narasumber dari Yun Ding Fong Green Energy Co., Ltd., Taiwan, yang memperkenalkan berbagai inovasi teknologi pengolahan limbah. Materi pertama membahas teknologi pirolisis sebagai metode konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak melalui proses dekomposisi termal tanpa oksigen. Teknologi ini dinilai mampu menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus menghasilkan energi yang bernilai ekonomis.
Pada sesi selanjutnya, narasumber juga memperkenalkan berbagai teknologi pengolahan limbah pertanian yang telah diterapkan di Taiwan. Teknologi tersebut mampu mengubah residu pertanian menjadi produk bernilai tambah, sehingga mendukung konsep ekonomi sirkular dan pemanfaatan limbah secara optimal.
Pada saat diskusi, Kepala Dinas Kabupaten Malang, Dr. Ahmad Dzulfikar Nurrahman. tertarik untuk melaksanakan kolaborasi pengolahan sampah plastic dan sampah pertanian. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Berbagai pertanyaan muncul mengenai aspek teknis, potensi penerapan di Indonesia, kelayakan ekonomi, hingga peluang kolaborasi riset dan investasi antara Indonesia dan Taiwan.
Kegiatan ini juga memperkuat implementasi pendekatan Penta-Helix, di mana perguruan tinggi berperan sebagai pusat inovasi dan riset, industri menyediakan teknologi dan investasi, pemerintah mendukung melalui kebijakan, masyarakat berpartisipasi dalam implementasi, serta organisasi kemasyarakatan membantu membangun kesadaran publik terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.
Workshop ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama:
- SDG 7 – Affordable and Clean Energy, melalui pemanfaatan sampah plastik sebagai sumber energi alternatif.
- SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure, dengan penerapan teknologi inovatif dalam pengelolaan limbah.
- SDG 11 – Sustainable Cities and Communities, melalui pengurangan timbulan sampah di kawasan perkotaan.
- SDG 12 – Responsible Consumption and Production, dengan mendorong ekonomi sirkular dan pemanfaatan kembali limbah.
- SDG 13 – Climate Action, melalui pengurangan pencemaran lingkungan dan emisi dari pengelolaan sampah yang tidak terkendali.
- SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui penguatan kolaborasi internasional antara Indonesia dan Taiwan.
Kepala Pusat Sains dan Rekayasa LPPM Universitas Negeri Malang, Dr. Eli Hendrik Sanjaya, menegaskan bahwa penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari komitmen PSR dalam mendukung pengembangan teknologi lingkungan yang aplikatif dan memperkuat kolaborasi internasional.
“Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, masyarakat, dan mitra internasional. Melalui Pusat Sains dan Rekayasa LPPM UM, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan riset, inovasi teknologi, serta program pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan solusi nyata terhadap pengelolaan sampah di Indonesia. Kerja sama dengan Yun Ding Fong Green Energy dari Taiwan menjadi langkah strategis untuk mempercepat transfer teknologi dan memperluas implementasi teknologi pengolahan sampah yang berkelanjutan,” ujar Dr. Eli Hendrik Sanjaya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa PSR LPPM UM akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab tantangan lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong inovasi, kolaborasi internasional, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung transformasi menuju Indonesia yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing global.