Malang — Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset berkelanjutan melalui penelitian bertajuk “Optimasi Pretreatment Bahan Baku Produksi Bioetanol dari Limbah Kulit Pisang dan Penambahan Nutrisi Pupuk Cair Limbah Pengolahan Ikan pada Produksi Bioetanol Menggunakan Metode SHF (Separate Hydrolysis and Fermentation)”. Penelitian ini didanai melalui skema RKI EQUITY, yang berfokus pada penguatan kolaborasi riset internasional dan hilirisasi inovasi berbasis keberlanjutan.

Penelitian ini dipimpin oleh Eli Hendrik Sanjaya, Ph.D dari Departemen Kimia sekaligus Kepala Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) LPPM UM. Fokus utama riset adalah mengoptimalkan tahap pretreatment limbah kulit pisang sebagai sumber lignoselulosa agar lebih mudah dikonversi menjadi gula sederhana, yang kemudian difermentasi menjadi bioetanol. Inovasi lain yang dikembangkan adalah pemanfaatan limbah cair hasil pengolahan ikan sebagai sumber nutrisi dalam proses fermentasi, sehingga meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memanfaatkan limbah secara terpadu.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini tidak hanya melibatkan kolaborasi internasional dengan Abdelgawad Saad dari Agricultural Research Center, Mesir, tetapi juga merupakan bagian dari kolaborasi nasional strategis dengan Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Sinergi antarperguruan tinggi ini memperkuat integrasi keilmuan serta memperluas dampak riset dalam pengembangan bioenergi dan pengolahan limbah berbasis bioteknologi.
Menurut Eli Hendrik Sanjaya, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini mengedepankan prinsip efisiensi proses dan ekonomi sirkular. “Kami tidak hanya mengoptimalkan bahan baku bioetanol dari limbah kulit pisang, tetapi juga mengintegrasikan limbah cair industri perikanan sebagai nutrisi fermentasi. Ini merupakan pendekatan terpadu untuk meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus menekan dampak lingkungan,” jelasnya.

Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  • SDGs 7 (Affordable and Clean Energy): melalui pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan.
  • SDGs 12 (Responsible Consumption and Production): melalui pemanfaatan limbah biomassa dan limbah cair menjadi produk bernilai ekonomi.
  • DGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): melalui inovasi teknologi pretreatment dan proses fermentasi.
  • SDGs 13 (Climate Action): melalui pengurangan emisi dari pengelolaan limbah organik.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan pada skala industri, khususnya pada sektor agroindustri dan perikanan di Indonesia. Selain meningkatkan efisiensi produksi bioetanol, inovasi ini juga berpotensi menjadi solusi strategis dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon.
Capaian ini semakin memperkuat posisi Universitas Negeri Malang sebagai institusi yang aktif dalam pengembangan riset inovatif berbasis kolaborasi internasional dan nasional, serta berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan energi dan lingkungan global.