Malang – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), yang diketuai oleh Prof. Dr. Eng. Sholihul Hadi bersama Dr. Eli Hendrik Sanjaya dan tim, berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang berhasil mengembangkan platform pemantauan kualitas air sungai berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Cloud Computing yang terintegrasi dengan aplikasi SIGASSPOL. Inovasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas pemantauan kualitas air secara berkelanjutan melalui teknologi digital yang mampu menyediakan data secara cepat, akurat, dan real-time.

Platform ini dirancang untuk memantau berbagai parameter penting kualitas air, meliputi pH, Oxidation Reduction Potential (ORP), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), dan kekeruhan (turbidity). Sistem dilengkapi dengan mekanisme self-cleaning yang mampu menjaga kebersihan sensor sehingga akurasi pengukuran tetap terjaga meskipun digunakan secara kontinu di lapangan. Selain itu, teknologi Artificial Intelligence yang terintegrasi memungkinkan sistem melakukan klasifikasi kondisi kualitas air secara otomatis berdasarkan hasil pengukuran, sehingga mempercepat proses identifikasi potensi pencemaran dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Sebagai bagian dari implementasi hasil penelitian, perangkat monitoring telah dipasang dan masih beroperasi secara aktif di dua lokasi, yaitu Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kedua perangkat berfungsi sebagai stasiun pemantauan yang secara kontinu mengirimkan data ke platform cloud dan aplikasi SIGASSPOL sehingga dapat diakses oleh DLH Kabupaten Malang untuk mendukung kegiatan pemantauan kualitas air sungai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan mekanisme dual-mode flow dan self-cleaning mampu meningkatkan stabilitas pembacaan sensor, sementara model AI yang dikembangkan berhasil mengklasifikasikan kondisi kualitas air dengan tingkat akurasi mencapai 93,83%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sistem memiliki keandalan tinggi dan siap mendukung kegiatan monitoring kualitas air di lapangan.

Penelitian ini merupakan wujud nyata kontribusi Universitas Negeri Malang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pengembangan teknologi pemantauan kualitas air yang inovatif dan berkelanjutan, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya pencegahan dampak kesehatan akibat pencemaran air. Ke depan, sistem ini diharapkan dapat diperluas implementasinya pada lebih banyak titik pemantauan sungai di Kabupaten Malang maupun daerah lain di Indonesia, sehingga mampu mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data oleh pemerintah daerah.