Kebencanaan (PLMK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) bersama dengan Tim Relawan Tanggap Darurat Bencana UM turut membantu penyediaan tempat perlindungan sementara bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendirian dan pendistribusian tenda darurat di sejumlah rumah warga terdampak serta di area Puskesmas Watunggong yang digunakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan sementara.
Keterlibatan PLMK LPPM UM bersama Tim Relawan Tanggap Darurat Bencana UM merupakan bagian dari rangkaian respons kemanusiaan Universitas Negeri Malang terhadap masyarakat terdampak bencana. Penyediaan tenda dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh tempat berlindung yang lebih aman sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan di tengah kondisi fasilitas yang terdampak gempa.
Pada Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 16.00 WITA, Tim Relawan Tanggap Darurat Bencana UM membantu proses pendirian tenda darurat di sejumlah titik terdampak. Pendirian tenda dilakukan di area Puskesmas Watunggong sebagai fasilitas pelayanan kesehatan sementara serta di sejumlah rumah warga yang terdampak gempa.
Pendirian tenda di Puskesmas Watunggong dilakukan untuk mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan setelah bangunan puskesmas mengalami kerusakan akibat gempa. Dengan adanya fasilitas sementara tersebut, tenaga kesehatan tetap dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan.
Selain mendukung fasilitas kesehatan, relawan UM juga membantu mendirikan tenda di sejumlah rumah warga. Tenda tersebut dimanfaatkan sebagai tempat berlindung sementara bagi masyarakat yang terdampak, khususnya warga yang membutuhkan ruang yang lebih aman selama kondisi rumah belum sepenuhnya dapat digunakan.
Kegiatan penyediaan tempat perlindungan sementara dilanjutkan pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 11.00 WITA. Tim Relawan Tanggap Darurat Bencana UM mendistribusikan tenda darurat ke sejumlah rumah warga yang terdampak gempa.
Distribusi dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan. Selain menjadi tempat berlindung sementara, keberadaan tenda diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga menjalankan aktivitas dasar selama masa tanggap darurat.
Relawan UM turut memastikan proses distribusi dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran tim di lapangan menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan secara langsung sekaligus memahami kebutuhan warga selama proses penanganan bencana berlangsung.
Pada Selasa, 1 September 2026 pukul 16.00 WITA, Tim Relawan Tanggap Darurat Bencana UM kembali membantu proses pendirian tenda darurat di area Puskesmas Watunggong.
Tenda tersebut dipersiapkan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan sementara untuk mendukung aktivitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Langkah ini dilakukan mengingat kondisi bangunan Puskesmas Watunggong yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Dengan tersedianya fasilitas sementara, pelayanan kesehatan diharapkan dapat terus berjalan sehingga masyarakat tetap memperoleh akses terhadap pemeriksaan dan penanganan medis yang diperlukan selama masa tanggap darurat.
Dukung Pemulihan dan Keselamatan Masyarakat
Penyediaan dan pendirian tenda darurat menjadi salah satu bentuk dukungan UM dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut melengkapi rangkaian kegiatan lain yang dilakukan Tim Relawan UM di Manggarai Timur, termasuk layanan kesehatan dan pendampingan psikososial.
Respons yang dilakukan secara terpadu menjadi penting dalam situasi bencana karena masyarakat membutuhkan dukungan yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga tempat berlindung yang aman dan keberlangsungan fasilitas pelayanan dasar.
Melalui keterlibatan PLMK LPPM UM dalam Tim Relawan Tanggap Darurat Bencana UM, Universitas Negeri Malang berupaya hadir secara langsung untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur. Penyediaan tenda darurat diharapkan dapat memberikan perlindungan sementara bagi warga sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UM dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi bencana dan proses pemulihan pascabencana.



