Kepala Pusat Etik Ilmiah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Herlin Pujiarti, menjalin kolaborasi penelitian formal dengan Prof. Pramod Kumar Singh dari Sharda University, India. Kolaborasi yang berfokus pada bidang fisika material ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional serta mendorong pengembangan riset di bidang teknologi sel surya dan energi terbarukan.

Salah satu wujud kolaborasi tersebut adalah penelitian bersama berjudul “Recent Advances on Quasi Solid State DSSC with Membrane and Biopolymer Electrolytes”, yang turut dipresentasikan dalam The 6th International Conference on Science and Engineering of Materials (ICSEM) yang diselenggarakan oleh Sharda University, India, pada awal 2026. Kegiatan yang berkaitan dengan kolaborasi ini berlangsung pada 3 Januari 2026.

Penelitian tersebut membahas perkembangan terbaru pengembangan elektrolit untuk Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC), yaitu teknologi sel surya yang memanfaatkan zat pewarna untuk menyerap cahaya dan mengubahnya menjadi energi listrik. Fokus penelitian diarahkan pada pengembangan elektrolit kuasi-padat melalui pendekatan membran dan material berbasis biopolimer sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan performa DSSC.

Pengembangan material elektrolit menjadi aspek penting dalam penelitian DSSC karena karakteristik elektrolit berperan dalam mendukung proses elektrokimia yang berlangsung di dalam sel surya. Melalui penelitian ini, tim peneliti mengeksplorasi pendekatan pengembangan material yang berpotensi mendukung peningkatan kinerja teknologi sel surya sekaligus memperluas alternatif material untuk aplikasi energi terbarukan.

Kolaborasi penelitian ini juga diperkuat melalui pertukaran pengetahuan dan diskusi ilmiah antara Prof. Pramod Kumar Singh dan kelompok riset Dr. Herlin Pujiarti. Dalam diskusi tersebut, Prof. Pramod membagikan pengalaman serta hasil penelitian yang telah ditekuninya selama lebih dari 20 tahun. Berbagai perspektif mengenai perkembangan teknologi DSSC, inovasi material elektrolit, serta tantangan dan peluang penelitian energi terbarukan menjadi bahan diskusi yang memperkaya wawasan akademik kelompok riset.

Pertukaran pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk memperdalam pemahaman terhadap perkembangan riset terkini, mendiskusikan pendekatan penelitian, dan memperkuat landasan pengembangan penelitian bersama. Kolaborasi lintas negara ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi keahlian dan pengalaman para akademisi dalam menjawab tantangan pengembangan teknologi material dan energi.

Melalui kolaborasi penelitian formal dengan Sharda University, Dr. Herlin Pujiarti dan tim diharapkan dapat terus mengembangkan penelitian di bidang fisika material, khususnya teknologi DSSC dan material elektrolit. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya LPPM UM dalam memperluas jejaring penelitian internasional, meningkatkan kontribusi akademik, serta mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pemanfaatan energi terbarukan.