Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi etika dan orisinalitas. Melalui Pusat Etik Ilmiah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UM menyelenggarakan Workshop Penggunaan Akun Turnitin di Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 Lantai 3 pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai pemanfaatan Turnitin sebagai pendukung penulisan ilmiah yang berkualitas dan berintegritas.
Workshop diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam penyusunan, pembimbingan, serta evaluasi karya ilmiah di lingkungan Universitas Negeri Malang. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pembekalan mengenai penggunaan Turnitin, mulai dari proses mengunggah dokumen, membaca similarity report, hingga memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia untuk mendukung proses penulisan akademik.
Materi pada sesi pertama disampaikan oleh Dr. Citra Kurniawan, S.T., M.M. yang mengulas langkah-langkah penggunaan platform Turnitin secara komprehensif. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik secara langsung sehingga dapat memahami penerapan Turnitin dalam aktivitas akademik sehari-hari.
Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Herlin Pujiarti, M.Si., Kepala Pusat Etik Ilmiah LPPM UM, yang menjelaskan mekanisme distribusi dan tata kelola akun Turnitin bagi sivitas akademika UM. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Turnitin tidak hanya berfungsi untuk mendeteksi tingkat kemiripan dokumen, tetapi juga menjadi media pembelajaran dalam membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, orisinalitas, dan tanggung jawab ilmiah.
“Pemanfaatan Turnitin harus dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah, bukan sekadar alat pengawasan. Melalui penggunaan yang tepat, sivitas akademika dapat semakin memahami pentingnya integritas dalam setiap proses penelitian dan publikasi,” jelasnya.
Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk mendalami berbagai aspek teknis maupun kebijakan penggunaan Turnitin. Antusiasme peserta menunjukkan semakin tingginya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menjaga kualitas dan orisinalitas karya ilmiah sebagai bagian dari budaya akademik di perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, Pusat Etik Ilmiah LPPM UM berharap pemanfaatan Turnitin tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis sivitas akademika dalam melakukan pemeriksaan naskah, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai etika publikasi ilmiah. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Negeri Malang dalam menciptakan ekosistem akademik yang unggul, profesional, dan berintegritas, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang berkualitas dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.