Senin, 25 November 2024 — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan acara “Workshop Penulisan Artikel Review di Jurnal Internasional Bereputasi”, yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 15:15 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai penulisan artikel review dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR).

Pelatihan ini diikuti oleh 44 peserta terdaftar dari beberapa kampus di Malang Raya. Acara dimulai dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua LPPM UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. Beliau menyampaikan pentingnya penguasaan penulisan artikel review untuk mendukung kemajuan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam pidatonya, Prof. Markus memberikan kilas balik mengenai sejarah penulisan artikel review. “Pada era 90-an, pembuatan artikel review hanya dilakukan oleh kelompok tertentu dengan sistem invitational. Namun, saat ini, dengan berkembangnya teknologi dan akses informasi, penulisan artikel review dapat dipelajari oleh semua orang,” jelasnya. Beliau juga membandingkan proses penulisan artikel review masa lalu dengan metode yang lebih sistematis dan terbuka saat ini. Prof. Markus menekankan bahwa artikel review tidak hanya menjadi sarana untuk menganalisis tren penelitian, tetapi juga alat penting untuk menyusun kerangka teoretis yang solid bagi penelitian selanjutnya.

Workshop ini menampilkan dua narasumber ahli di bidang penulisan ilmiah yang membahas pendekatan Systematic Literature Review dari berbagai sudut pandang. Erni Yulianti, Ph.D sebagai pemateri pertama, memberikan pemaparan mendalam mengenai Systematic Literature Review Process. Beliau menjelaskan secara rinci tahapan awal penyusunan systematic review, termasuk pemilihan literatur, identifikasi jenis-jenis pendekatan, serta metodologi yang sesuai. “SLR bukan hanya metode, tetapi sebuah strategi untuk memastikan bahwa tinjauan pustaka yang kita susun mampu memberikan pemahaman yang jelas dan terarah dalam merumuskan masalah penelitian,” ungkap Erni. Lulusan doctoral terbaik dibidang social science Universiti Teknologi Malaysia tersebut juga menyoroti pentingnya SLR dalam memperkuat fondasi penelitian akademik dengan menyediakan bukti empiris yang terorganisir dan kredibel.

Sesi dilanjutkan oleh pemateri kedua, Dr. Eng. Mokh. Sholihul Hadi, yang juga menyoroti pendekatan SLR namun dengan fokus tambahan pada pengaruh teknologi modern. Dalam paparannya, Sholihul menekankan hubungan antara perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan etika keilmuan dalam penyusunan artikel review. “AI telah memberikan kontribusi besar dalam proses pengumpulan data dan analisis literatur, tetapi tetap penting bagi peneliti untuk menjaga integritas akademik dalam setiap langkah penulisan,” tegasnya. Beliau mengingatkan peserta untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan memastikan bahwa etika ilmiah tetap menjadi landasan dalam penelitian. Pemaparannya memberikan perspektif baru mengenai bagaimana SLR dapat diintegrasikan dengan teknologi modern untuk menghasilkan artikel review yang relevan dan berkualitas tinggi.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan, baik mahasiswa dari FMIPA maupun fakultas lain. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Beberapa peserta bahkan menyampaikan apresiasi atas tema yang dianggap sangat relevan dengan kebutuhan akademik mereka. “Workshop ini sangat membantu kami untuk memahami dasar-dasar systematic review, terutama bagaimana prosesnya dapat meningkatkan kualitas penelitian kami,” ujar salah satu peserta.

Tak hanya itu, suasana diskusi menjadi semakin dinamis ketika para peserta berbagi pengalaman mereka terkait kesulitan dalam menyusun tinjauan pustaka dan bagaimana metode SLR dapat menjadi solusi yang efektif.

Acara ini ditutup dengan closing statement dari Ketua Pusat Sains dan Rekayasa, Eli Hendrik Sanjaya, yang mengapresiasi kesuksesan kegiatan ini. Beliau menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dengan cakupan yang lebih luas. “Workshop ini adalah langkah awal. Kami berharap di masa depan dapat menghadirkan program-program yang lebih besar dibidang penelitian dan penulisan artikel ilmiah, dengan lebih banyak partisipasi dan hasil yang lebih baik,” ujar Eli. Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam membangun budaya menulis ilmiah di kalangan mahasiswa dan peneliti.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan teknis kepada peserta, tetapi juga menanamkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya inovasi dan etika dalam penulisan akademik. Dengan menghadirkan pemateri yang kompeten dan membahas topik yang relevan, serta best practice dari masing-masing pemateri, workshop ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam menciptakan generasi peneliti yang lebih siap bersaing di kancah internasional.

Kesuksesan acara ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi dan institusi pendidikan dapat menghasilkan kegiatan yang berdampak positif. Dengan semangat yang telah ditunjukkan, kegiatan serupa diyakini dapat terus mendorong peningkatan kompetensi dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah.