Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah Konferensi Internasional tentang Lingkungan Berkelanjutan dan Manajemen Bencana Ke-2 atau 2nd International Conference on Sustainable Environment and Disaster Management (SUSTAIN) pada Kamis, 28 Agustus 2025. Acara berlangsung di Aula Utama Graha Rektorat UM dengan mengusung tema, “Konservasi Lingkungan dan Adaptasi Perubahan Iklim” atau Environmental Conservation and Climate Change Adaptation. Sebagai peserta terdiri dari para akademisi, peneliti dan praktisi dari berbagai negara yang membahas isu-isu penting terkait tantangan lingkungan saat ini dan strategi mitigasi bencana.

Konferensi dibuka Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si, Ketua LPPM UM sekaligus mewakili Rektor UM yang dilanjutkan penyerahan cendera mata simbol UM, Maskot Cakrawala. Sesi utama konferensi menampilkan pembicara dari berbagai institusi ternama, termasuk Dr. Khamarrul Azahari Bin Razak dari Universiti Teknologi Malaysia, Prof. Fumitoshi Murae dari The University of Kitakyushu, Jepang serta Prof. Fatchur Rohman dari Universitas Negeri Malang. Pembicara lain yang berpartisipasi secara daring adalah Dr. Wartini Ng dari The University of Sydney, Australia, dan Prof. Paul Krusic dari Stockholm University, Swedia.

Prof. Fumitoshi Murae bersama dengan Indriyani Rachman,Ph.D sebagai penerjemah bahasa menyampaikan bahwa salah satu cara masyarakat Jepang mengurangi korban bencana alam adalah dengan materi pengurangan risiko bencana yang diintegrasikan ke dalam kurikulum dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah (SMP). “Awalnya para murid diberikan materi dan contoh jika gempa terjadi. Bagaimana caranya agar selamat dan sampai ke titik kumpul, lalu setelah itu para murid diberikan waktu untuk berdiskusi, bagaimana caranya agar lebih cepat sampai ke titik kumpul dari yang dicontohkan oleh para guru,” jelas Prof. Fumitoshi Murae. Konferensi SUSTAIN Ke-2 ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Dr. Heni Masruroh Spd. Mrc, Ketua Pelaksana kegiatan menguraikan alasan mengambil tema Konservasi Lingkungan dan Adaptasi Perubahan Iklim. Salah satunya, karena saat ini perubahan iklim menjadi bagian penting global dan dampaknya luar biasa bagi kehidupan manusia di antara longsor, banjir, kekeringan, gempa bumi dan lain lain. “Bagaimana mengurangi dampak perubahan iklim ya tentu saja kita harus menjaga lingkungan kita, karena lingkungan, perubahan iklim dan bencana merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan,” terangnya. Acara ini nantinya menghasilkan jurnal bertaraf Scopus yang dapat diakses oleh mahasiswa, pemerintah dan masyarakat umum. Harapannya temuan-temuan yang ditulis oleh para peneliti dapat memberikan sebuah inside kepada para pembaca khususnya pada penanggalan bencana. Konferensi ini diharapkan menjadi kolaborasi yang dapat memperkuat jaringan penelitian dan menghasilkan solusi konkret untuk isu keberlanjutan global.