MALANG – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar sarasehan mengenai manfaat bambu yang diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung Kuliah Bersama (GKB) A20, Rabu (21/05/2025). Sarasehan mengangkat tema “Universitas Negeri Malang dalam Jejak Hijau Bambu: Teknologi, Ekonomi Sirkular, dan Keberlanjutan Lingkungan”.
Banyak insight baru yang didapatkan dari pembicara yang hadir hari ini dan salah satunya mengenai peluang bisnis bambu di level internasional. Hal ini selaras dengan salah satu tujuan LPPM. Eli Hendrik Sanjaya, S.Si, M.Si, Ph.D, Kepala Pusat Sains dan Rekayasa menyampaikan agenda kali ini memiliki tujuan untuk mengintegrasikan semua aspek melalui bambu, mulai dari aspek ekonomi hingga aspek lingkungan. “Tujuannya, sebetulnya kami ingin terkait dengan Sustainable Environment. Jadi, ada ekonominya ada lingkungannya juga,” ungkapnya.
Jonathan Ferry Inakaz, salah satu narasumber di sarasehan ini memaparkan langkah-langkah yang bisa diambil dengan memanfaatkan bambu dari segi bisnis. Dalam pemaparan materinya, beliau fokus mengenalkan platform digital bambu.co.id di mana pengguna dapat menanam bambu secara digital. Platform ini mulai dikembangkan dari tahun lalu, tepatnya pada bulan Juni 2024. Jonathan menjelaskan alasan di balik terciptanya platform digital ini yakni menyadari banyak fasilitas yang digunakan yang menggunakan bahan dasar bambu. “Bahkan ada beberapa fasilitas yang based on bambu juga kami gunakan sebetulnya tanpa saya sadari,” jelasnya. Dengan adanya platform digital bambu.co.id ini pengguna akan sangat dimudahkan karena platform ini dibuat dengan sistem web 3.0 yang berbasis blockchain. Dengan teknologi ini bambu.co.id memiliki 3 kelebihan plus 1 bonus. Pertama, kemudahan untuk menggunakan platform bambu.co.id. Pendaftaran di platform ini sangat mudah, dari pendaftaran anggota, pendaftaran petani milenial, hingga pendaftaran produk. “Jadi itu semua free bisa daftar sebagai anggota yang benar-benar tervalidasi.” ungkapnya.
Kedua, keamanan yang terjamin hingga 100%. Dalam bahasa teknologi, dijelaskan kalau sistem blockchain ini memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi sehingga tidak mudah di-hack atau diretas. “Kalau bicara teknologi blockchain, keamanannya bisa dikatakan 100% jadi tidak bisa di-hack, tidak bisa diretas, dan sejenisnya.” ujarnya. Ketiga, pengguna juga akan semakin merasa nyaman menggunakan bambu.co.id karena platform ini transparan. Walaupun hanya dengan platform digital, pengguna akan tetap mendapatkan laporan tentang tanaman bambu mereka mulai dari lokasi, progress, transaksi, dan lain-lain. “Mana bibitnya? mana wujudnya? lokasinya di mana? transaksinya kemana aja? Itu ada di sini. Jadi, setiap pembelian itu kami memberikan detail transaksinya.” tambahnya.
Selanjutnya, ada bonus yang akan didapatkan pengguna bambu.co.id, yaitu aset digital. Nantinya, setiap pembelian atau donasi akan tercatat sebagai aset digital dalam bentuk Non-Fungible Token (NFT). NFT sendiri adalah aset digital yang sering digunakan sebagai bukti kepemilikan dan NFT ini juga yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi secara internasional dengan lebih fleksibel. “Contoh LPPM, mendonasikan 10.000 bibit bambu senilai, misalnya, 100 juta. Kalau di bangku.co.id, selain fisiknya, UM maka akan menerima 10.000 bambu dalam bentuk digital aset senilai 100 juta yang bisa didonasikan lagi kalau tiba-tiba di platform yang beli.” jelasnya. Maka dari itu, diharapkan dari adanya platform bambu.co.id ini dapat mendukung ekosistem bambu melalui digitalisasi dengan kemudahan, keamanan, dan transparansi yang terjamin.
