Lawang, Malang – Sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan pertanian berkelanjutan, Pusat Sains dan Rekayasa Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan Kelompok Tani di wilayah Kabupaten Malang menggelar uji coba tiga varietas padi menggunakan metode organik. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2025, di Desa Sumber Ngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Tiga varietas padi yang diuji coba dalam kegiatan ini adalah Sri Sendani (padi lokal), Inpari 32, dan PRB 08. Pemilihan ketiga varietas ini dilakukan berdasarkan karakteristik unggul masing-masing, di antaranya ketahanan terhadap hama, produktivitas hasil panen, dan kesesuaian dengan sistem pertanian organik.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang turut mendukung pengembangan pertanian organik di wilayah Kabupaten Malang, termasuk unsur MUSPIKA Kecamatan Lawang, BABINSA, KAMTIBMAS, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Lawang, Kepala Desa Sumber Ngepoh, serta Kelompok Tani Wilayah Kecamatan Lawang. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap inovasi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si., Ph.D dari Universitas Negeri Malang, Ir. Rossy Kartikosari, M.P. dari PPL Kecamatan Lawang, dan Pak Ali Murtopo dari kalangan praktisi pertanian bertindak sebagai narasumber. Ketiga pemateri menyampaikan materi terkait dengan deskripsi budidaya padi dengan cara organik, pentingnya penggunaan metode organik dalam pertanian, serta penjelasan singkat mengenai proses pembuatan nutrisi organik.

Dalam sambutannya, perwakilan dari LPPM Universitas Negeri Malang menyampaikan bahwa uji coba ini bertujuan untuk mengidentifikasi varietas padi dan komposisi nutrisi organik yang paling cocok dikembangkan di wilayah Malang Raya. “Melalui uji coba ini, kami berharap dapat memberikan solusi bagi petani dalam meningkatkan hasil panen tanpa bergantung pada pupuk sintetis atau sering disebut sebagai pupuk kimia, sehingga menghasilkan produk yang lebih sehat dan aman bagi lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani setempat mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mendukung uji coba ini karena pertanian organik menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang,” katanya.

Kegiatan ini tidak hanya berupa penanaman percobaan, tetapi juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan pendampingan teknis dari tim ahli pertanian Universitas Negeri Malang. Para petani mendapatkan bimbingan terkait teknik budidaya organik, mulai dari pengelolaan lahan, pemanfaatan pupuk organik, hingga strategi pengendalian hama tanpa pestisida kimia.

Pada kegiatan uji coba ini, terdapat 18 macam variasi perlakuan dengan harapan didapatkan kondisi dan perlakuan dengan hasil terbaik. Dengan adanya uji coba ini, diharapkan metode pertanian organik semakin diterima dan diterapkan oleh petani lokal. Jika hasil uji coba menunjukkan keberhasilan yang signifikan, maka varietas yang paling unggul akan direkomendasikan untuk diperluas penggunaannya di wilayah Malang Raya dan dilanjutkan uji coba di seluruh Indonesia.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
SDG 2: Zero Hunger, dengan meningkatkan ketahanan pangan melalui pengembangan varietas padi yang lebih produktif dan berkelanjutan.
SDG 12: Responsible Consumption and Production, dengan mempromosikan pertanian organik yang mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis.
SDG 13: Climate Action, melalui pertanian organik yang membantu mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
SDG 15: Life on Land, dengan menjaga kesuburan tanah dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem darat.
SDG 3: Good Health and Well-Being, dengan menghasilkan pangan yang lebih sehat bagi masyarakat.
SDG 11: Sustainable Cities and Communities, melalui pemanfaatan limbah sebagai bahan baku pembuatan nutrisi organik yang mendukung pertanian ramah lingkungan.

Dengan demikian, uji coba ini menjadi langkah awal dalam mendorong pertanian yang lebih sehat, produktif, dan ramah lingkungan, yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi petani, konsumen, dan ekosistem secara keseluruhan.