Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pemanfaatan Pisang Candi (Musa paradisiaca fa. corniculata) sebagai Pangan Fungsional dan Bahan Baku Industri melalui Pemanfaatan TTG dan Penguatan Industri” dilaksanakan pada hari Pada Senin, 29 Juli 2024, Balai Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Acara ini dihadiri oleh Ibu-ibu Kelompok Tani Wanita Pisang Raja Awak dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ibu Umul Hidayati, Ketua Pokja 1 Desa Sidodadi, yang menyambut para peserta dan mengapresiasi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan ekonomi desa.

Prof. Dr. Etty Soesilowati, M.Si. sebagai Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UM, dalam sambutannya menekankan potensi besar pisang candi untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk lokal. Beliau juga menyoroti pentingnya diversifikasi produk olahan pisang untuk mencapai tujuan SDGs, khususnya tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) dan tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Menurut beliau, inovasi dalam pengolahan pisang candi dapat membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Ibu Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. selaku Ketua Pusat dan Kesehatan Pangan UM, kemudian memberikan pembukaan singkat mengenai pangan fungsional dan kandungan gizi pada pisang, serta potensinya dalam industri pangan. Beliau menekankan bahwa produk olahan pisang candi dapat mendukung tujuan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mempromosikan penggunaan bahan baku lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Acara dilanjutkan dengan serah terima alat penepung sebagai simbol komitmen terhadap pengembangan industri desa. Alat ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu Kelompok Tani Wanita dalam memproduksi tepung pisang secara lebih efisien dan berkualitas, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka dan mendukung keberlanjutan ekonomi desa.

Ibu-ibu Kelompok Tani Wanita sangat antusias mengikuti demo masak pembuatan cookies berbahan dasar tepung pisang. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan tetapi juga memberikan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam usaha rumah tangga. Selama demo masak, para peserta belajar tentang teknik pembuatan cookies yang lezat dan bergizi, serta cara memasarkan produk tersebut.

Antusiasme peserta sangat terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak dari mereka yang menyatakan bahwa pengetahuan yang didapatkan akan langsung diterapkan dalam kegiatan sehari-hari dan usaha mereka. Hal ini menunjukkan dampak positif dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan keterampilan ibu-ibu di desa.

Pengabdian masyarakat ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 2 (Tanpa Kelaparan), 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan mempromosikan penggunaan bahan lokal yang berkelanjutan dan pemberdayaan perempuan dalam ekonomi desa, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi Desa Sidodadi. Melalui kegiatan ini, desa Sidodadi diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan potensi lokal untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan.