MALANG – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan pelatihan juru sembelih halal yang terbuka bagi masyarakat umum. Agenda yang diinisiasi oleh Pusat Kesehatan dan Pangan LPPM UM ini diadakan pada Minggu pagi (25/05/2025) di Masjid Al-Hikmah, UM. Prof. Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., Kepala Pusat Kesehatan dan Pangan LPPM UM, menjelaskan bahwa ini sudah yang keempat kalinya diadakan acara ini. “Ini yang keempat ya. Kegiatan rutin menjelang Idul Adha.” paparnya.
Acara diawali dengan pembukaan dari MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Rektor III UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., sekaligus membuka acara secara resmi. Prof. Munjin menyampaikan bahwa peserta yang hadir hampir mendekati 100 orang. Ini menjelaskan bahwa acara seperti ini memang dibutuhkan di masyarakat. “Kegiatan seperti ini masih menjadi sesuatu kebutuhan dari masyarakat muslim di Kota Malang khususnya dan masyarakat muslim di kota-kota lainnya” jelasnya dalam sambutannya. Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si, Ketua LPPM UM, menjelaskan bahwa acara ini dibuka untuk masyarakat umum. Beliau menyebutkan kalau ada beberapa perserta yang antusias datang dari luar malang, seperti dari Gresik dan Surabaya. “Yang dari Surabaya Gresik juga ada tadi. Memang untuk umum, tapi memang kita pasarkan untuk yang akan bertugas menyembelih.” jelasnya. Acara inti diisi dengan sesi materi dari tiga narasumber ahli di bidang penyembelihan dalam syariat islam, yaitu dari Asosiasi JULEHA Kota Malang, MUI Kota Malang, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang. Muhammad Wahyudin, Ketua Asosiasi Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kota Malang, menyampaikan materi tentang tata cara pembelihan hewan kurban yang tepat pada sesi materi pertama. Materi meliputi pemilihan dan syarat penyembelih hewan kurban dan teknis menangani dan menyembelih hewan kurban. Dalam hal menyembelih hewan kurban, Pak Muhammad Wahyudin juga sangat menekankan tentang keamanan saat penyembelihan, seperti rekomendasi pakaian dan alat menyembelih hingga hal-hal yang harus dicegah selama proses penyembelihan “(Keamanan itu penting) agar ketika kita menjadi juru kurban, kita tidak menjadi kurban juga” candanya. Setelah materi pertama berakhir, seluruh audiens diarahkan untuk menuju ke halaman belakang masjid untuk praktek menyembelih.
Praktek didampingi langsung oleh JULEHA Kota Malang. Beberapa peserta juga dipersilahkan untuk praktek menyembelih dan memotong hewan kurban secara langsung. Terdapat 5 kambing yang menjadi bahan praktek di pelatihan hari ini. Menurut informasi dari Ketua penyelenggara Pelatihan Juru Sembelih Halal, Dr. Norman Yoshi Haryono, S.Si., kambing-kambing tersebut didapat dari sponsor dan UM sendiri. “1 dari UM, 1 dari PT Acanesia Ltd, dan 3 dari UD Hasil Tani Kabupaten Lumajang. Rencananya 1 kambing akan dipraktekkan langsung oleh JULEHA, dan yang 4 bisa untuk peserta yang mau didampingi oleh JULEHA” ungkapnya. Praktek berlangsung hingga waktu dzuhur. Setelah sesi ishoma, peserta diarahkan kembali lagi untuk sesi materi selanjutnya. drh. Septian Hakim Susanto Putro, M.Si., anggota Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, mengisi sesi materi kedua mengenai hewan kurban dan proses penyembelihan dari sisi kesehatan. Beliau menjelasan tentang ciri-ciri hewan kurban yang sehat secara lengkap, mulai dari ciri-ciri fisik hewan yang sehat dan beberapa penyakit yang sering diderita hewan kurban. Hal ini dirasa penting karena hewan yang sakit dapat menular ke hewan kurban lainnya maupun ke manusia. “Bukan untuk menakut-nakuti, tapi agar kita lebih waspada” tuturnya.
Sesi materi terakhir diisi oleh KH. Athaillah Wijayanto, S.Ag., anggota MUI Kota Malang, yang menyampaikan materi tentang syariat islam dalam berkurban. Beliau menjelaskan tentang penjelasan-penjelasan dasar mengenai proses kurban yang dilengkapi dengan sumber-sumber yang sah menurut islam. Dalam salah satu materinya, beliau menjelaskan bahwa menurut islam, orang yang berkurban dengan ikhlas, maka kurban mereka akan menjadi tameng dari api neraka. “Ini untuk memotivasi agar orang mau berkurban.” tambahnya. Peserta juga diberi kesempatan bertanya kepada kedua pemateri tentang materi yang telah mereka sampaikan.
Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. selaku Ketua LPPM UM, dan Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T. selaku Sekretaris LPPM UM. Walaupun seluruh rangkaian acara berlangsung dari pagi hingga sore, seluruh agenda berjalan lancar. Peserta pelatihan juga tampak antusias dalam berpartisipasi dalam praktek berkurban maupun dalam sesi tanya jawab dengan pemateri.

