Universitas Negeri Malang (UM) melalui Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja dengan menggelar Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025, bertempat di Aula 2B Lantai 9 Gedung Rektorat UM, mulai pukul 12.30 hingga 17.00 WIB.

Pelatihan yang mengangkat tema “Manajemen Risiko Berbasis Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC)” ini diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan masyarakat umum. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir.

Materi disampaikan langsung oleh Ibu Anita Sulistyorini, S.Kep., Ns., M.Kes, yang membimbing peserta memahami konsep JSA dan HIRADC sebagai dasar dalam melakukan identifikasi bahaya serta pengendalian risiko di lingkungan kerja. Usai sesi teori, peserta diajak melakukan praktik langsung penyusunan dokumen analisis risiko, yang menjadi salah satu luaran utama pelatihan ini.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM UM, Prof. Markus Diantoro, M.Si, menyampaikan apresiasi terhadap PSR UM atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Pelatihan K3 harus menjadi kegiatan rutin PSR setiap tahunnya. Harapannya, ke depan seluruh mahasiswa UM diwajibkan mengikuti pelatihan seperti ini agar memiliki kesadaran dan kemampuan dasar dalam keselamatan kerja,” ujar Prof. Markus.

Tak hanya pihak penyelenggara, peserta juga merasakan manfaat besar dari pelatihan ini.
“Senang karena bisa mendapatkan pelatihan K3 ini, namun rasanya waktunya kurang lama,” ungkap salah satu peserta dengan antusias.

Selain mendapatkan sertifikat pelatihan, peserta juga membawa pulang dokumen hasil analisis risiko sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang dipelajari.

Sebagai tindak lanjut, PSR UM berencana untuk menjadikan Pelatihan K3 sebagai agenda tahunan, dengan durasi kegiatan yang lebih panjang agar peserta dapat mendalami praktik manajemen risiko secara lebih komprehensif.