Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) gelar kegiatan Diklat Dasar Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Tahun 2026 pada Senin (19/01/2026). Acara LPPM UM di Aula Lantai 9 Graha Rektorat UM ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan jumlah publikasi PPM UM oleh dosen baru. Diklat diselenggarakan selama tiga hari, yaitu pada 19-21 Januari 2026. Peserta diklat ini adalah para dosen baru UM, baik dosen yang baru berkarir maupun dosen pindahan dari universitas lain.

Kenapa LPPM UM Gelar Diklat Dasar PPM?

Universitas Negeri Malang merupakan salah satu kampus yang termasuk dalam Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Karena itu, UM memiliki target pemenuhan Indikator Kinerja Umum (IKU) yang cukup besar dari pemerintah. Wakil Rektor III UM Prof Dr Ahmad Munjin Nasih SPd MAg mengatakan, UM sedang mencoba untuk mendesain bentuk penelitian dan pengabdian agar dapat menenuhi target dari pemerintah. “UM mencoba mendesain sedemikian rupa bentuk penelitian dan pengabdian agar tagihan dari pemerintah bisa terpenuhi sebaik-baiknya,” ujar Munjin.

Saat ini, publikasi UM menyentuh angka 1.469. Sementara 2024 dengan jumlah 1.630-an dan 2023 di angka 1.300. Munjin mengatakan, hal ini berarti publikasi UM selalu berada di angka 1.300-an. Dia juga melanjutkan, pada 2026, UM ditargetkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memublikasikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sejumlah 1.800 di Scopus. Karena itu, kegiatan ini menjadi salah satu jalan yang dibuat agar dosen-dosen muda juga mendapatkan kesempatan untuk belajar mengembangkan diri. “Inilah desain yang kami buat agar dosen-dosen muda mendapat kesempatan untuk belajar mengembangkan diri di dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Bapak/Ibu akan kami fasilitasi agar dosen-dosen muda banyak melakukan riset,” ujar Munjin. Selain para dosen, para mahasiswa dari jenjang magister (S2) maupun doktor (S3) juga dapat berkontribusi pada pemenuhan target publikasi PPM ini. Munjin berharap, target 1.800 publikasi dapat terpenuhi dengan baik oleh dosen-dosen baru UM. “Di sinilah pentingnya diskusi hari ini, saya sangat berharap bidang tiga mencoba desain sedemikian rupa agar target 1.800 dapat terpenuhi dengan baik dengan kontribusi dari Bapak/Ibu dosen baru,” kata Munjin. Dia juga melanjutkan sambutannya dengan motivasi untuk mencapai target publikasi. “Ayo desain sedemikian rupa potensi yang kita miliki untuk mencapai target itu!” semangat Munjin. Di samping usaha untuk pemenuhan publikasi, kegiatan diklat ini juga menjadi bagian dari persyaratan untuk bisa memenuhi ketentuan dan kelengkapan sebagai dosen tetap di Universitas Negeri Malang. Munjin mengatakan, pengembangan individual sangat krusial dalam perguruan tinggi. “Pengembangan individual menjadi sangat krusial bagi perguruan tinggi seperti kita,” kata Munjin.

Dia mengatakan harapannya agar selain pembuatan proposal PPM dilakukan dengan baik, para dosen juga dapat menjaga relasi dengan pihak tertentu. “Kami sangat berharap Bapak/Ibu dapat membuat proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan baik. Kemudian, Bapak/Ibu juga dapat menjaga komunikasinya dengan pihak kampusnya dulu dan relasi-relasi lain agar nantinya dana dapat diperoleh dari internal maupun eksternal yang ada di dalam negeri maupun luar negeri,” tutur Munjin. Munjin beserta LPPM UM juga berharap agar para dosen mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Selain itu, Bapak/Ibu dosen baru dapat banyak berkontribusi dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Diklat ini akan mengulas bagaimana pola publikasi PPM yang dikembangkan LPPM UM, bagaimana cara menyusun proposal yang baik, dan bagaimana membangun jejaring mitra baik di dalam maupun luar negeri.

Diklat Dasar Dosen Baru Akan Jadi Rutinitas Tahunan di UM

Kepala Pusat Sains dan Rekayasa LPPM UM, koordinator penelitian UM, sekaligus ketua pelaksana kegiatan Diklat Dasar Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UM Tahun 2026, Eli Hendrik Sanjaya SSi MSi PhD mengatakan, kegiatan ini akan rutin diselenggarakan setiap tahun. “Kegiatan ini direncanakan akan rutin setiap tahun dari tahun kemarin. Tujuannya untuk menciptakan kegiatan yang berbasis penelitian sampai nanti memiliki output atau luaran,” kata Eli. Dia menjelaskan bahwa dari penelitian tersebut dapat menunjang pemeringkatan kampus. “Dari penelitian, pemeringkatan kampus baik IKU maupun penelitian nasional internasional kebanyakan parameternya ada di penelitian, publikasi, dan HKI (Hak Kekayaan Intelektual, Red),” jelas Eli. Kegiatan diklat yang diselenggarakan selama tiga hari ini nantinya akan menambah banyak sekali wawasan tentang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Di hari kedua ada pelatihan penulisan proposal penelitian dan pengabdian, harapannya dari kegiatan ini ada proposal yang bisa di-submit untuk internal maupun eksternal,” ujar Eli. Dia juga berharap dosen-dosen baru bisa memulai menjadi seorang peneliti hingga nanti dapat membentuk ekosistem yang baik sebagai dosen peneliti, sehingga kenaikan pangkat pun juga bisa diraih. Tidak hanya itu, apabila publikasi mencapai target, dana penelitian dapat ditambah untuk menciptakan PPM yang lebih besar dan bermanfaat. “Kami ingin meningkatkan dana penelitian dari eksternal ya, kalau internal kan tahun ini sudah ditambah. Mungkin bisa menambah dari mitra industri ataupun instansi pemerintahan,” harap Eli.

Kebijakan Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat

Kebijakan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang ada di Indonesia saat ini ialah perlu menaikkan score SINTA. Ketua LPPM UM Prof Dr Markus Diantoro MSi menjelaskan materi tentang kebijakan riset dan pengabdian kepada masyarakat. “Oleh karena itu, kalau bisa hibahnya jangan hibah publikasi, tetapi hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, karena langsung dapat banyak aspek, dari judul, dana, mitra, kolaborator, dan output atau luaran,” tutur Markus. Dia mengatakan, UM juga sedang mengejar peringkat di Times Higher Education (THE) Impact Rankings. “Khusus yang masuk 16 PTN BH targetnya masuk 1000 di THE Impact Ranking, kita masih 1000+,” kata Markus.

Tak hanya itu, UM juga berusaha untuk naik kembali di peringkat Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings (WUR) by subject education. “QS by subject education turun ke ranking 3, nah kita harus menaikkan itu. Untuk peringkat 3 ini, kita sudah ditambahkan 600 juta untuk melakukan riset education,” ujar Markus. Dia berpesan bahwa para dosen baru perlu mengetahui kebijakan riset dan pengabdian kepada masyarakat serta mempertahankan kerja sama dengan mitra. “Bapak/Ibu perlu mengetahui ekosistem di dunia, di Indonesia, dan di UM, bagaimana agar pengabdian dapat berjalan terus menerus. Team work atau kolaborator di sini juga sangat penting,” kata Markus.

Pengenalan Litabmas, BIMA, BRIN, PIVOT, dan International Funding

Pada kegiatan ini, para dosen baru juga dikenalkan dengan berbagai sistem yang menunjang publikasi dan pendanaan PPM. Sub Koordinator Program LPPM UM Luk Luk SPd menjelaskan berbagai macam sistem yang dapat digunakan untuk mengajukan publikasi dan pendanaan internal maupun eksternal dapat melalui Litabmas, BIMA, BRIN, PIVOT, dan International Funding. Dengan adanya pengenalan sistem ini, Luk Luk berharap para dosen baru dapat lebih mudah mengajukan proposal dan berlomba-lomba untuk mendapatkan dana baik secara internal maupun eksternal.

Pada kegiatan ini, para dosen baru juga dikenalkan dengan berbagai sistem yang menunjang publikasi dan pendanaan PPM. Sub Koordinator Program LPPM UM Luk Luk SPd menjelaskan berbagai macam sistem yang dapat digunakan untuk mengajukan publikasi dan pendanaan internal maupun eksternal dapat melalui Litabmas, BIMA, BRIN, PIVOT, dan International Funding. Dengan adanya pengenalan sistem ini, Luk Luk berharap para dosen baru dapat lebih mudah mengajukan proposal dan berlomba-lomba untuk mendapatkan dana baik secara internal maupun eksternal. “Bagi Bapak/Ibu yang belum pernah mengajukan proposal, semoga tahun ini berlomba-lomba mengajukan proposal untuk dana internal UM maupun dana desentralisasi, untuk proposalnya bisa unggah di Litabmas,” ujar Luk Luk. Sementara itu, sistem PIVOT merupakan sistem hibah internasional yang dapat digunakan untuk mencari sumber dana internasional.

Kerja Sama Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sekretaris LPPM UM Dr Hary Suswanto ST MT memberikan strategi mencari mitra penelitian dan mitra pengabdian kepada masyarakat baik di dalam maupun luar negeri. Dia berpesan bahwa salah satu yang harus dimiliki adalah komunikasi. “Komunikasi harus dibangun untuk mendapatkan mitra baik di dalam maupun luar negeri,” pesan Hary. Dengan keterbatasan jabatan para dosen baru, Hary menyemangati mereka agar dapat terus berkarya melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat. “Kalau masih tenaga ahli atau tenaga pengajar, gandeng dosen-dosen senior untuk menjadi author ketika unggah jurnal, dan kalian bisa menjadi corespondent authornya. Ini bisa juga memenuhi persyaratan untuk nantinya naik jabatan ke lektor, tapi tanpa kerja sama itu susah,” tutur Hary.