Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) sukses gelar Seminar Nasional dan Pameran Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 selama dua hari pada Rabu (19/11/2025) dan Kamis (20/11/2025). Acara LPPM UM yang digelar di Graha Cakrawala UM ini dimeriahkan dengan berbagai hiburan, tetapi tetap edukatif. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tema “UM Berkarya, Bergerak, dan Berdampak untuk Negeri”. Tema tersebut dipilih karena UM ingin menunjukkan dan menghasilkan solusi dalam bentuk teknologi tepat guna, inovasi dalam pendidikan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan moderasi beragama, dan beragam karya lain yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Tujuan dan Harapan LPPM UM

Ketua LPPM UM Prof Dr Markus Diantoro MSi mengatakan, ini adalah tahun ketiga UM menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional dan Pameran Hasil PPM. Sebelumnya, dia mengatakan, LPPM UM hanya menyelenggarakan kegiatan ini dengan bentuk penilaian internal saja. “Sebenarnya ini tahun kelima, tetapi untuk yang pertama dan kedua tidak mengundang orang luar, hanya penilaian internal saja. Kemudian untuk yang tiga terakhir memang dilaksanakan secara nasional, mengundang dirjen, mitra-mitra, termasuk teman-teman perguruan tinggi se-Jawa Timur,” ujar Markus.

Dia menjelaskan beberapa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini secara nasional. “Ada tiga tujuan. Pertama, kami menunjukkan secara riil kemajuan dari luaran penelitian dan pengabdian. Kedua, kami langsung penilaian PPM, jadi ini juga merupakan monev akhir tahun. Ketiga, kami ingin mengenalkan kepada masyarakat UM itu punya karya-karya yang bagus,” kata Markus. Penilaian tersebut juga nantinya akan langsung diumumkan di akhir kegiatan dengan kategori Poster Terbaik dan Penampilan Fakultas Terbaik. Selain itu, Markus berharap ingin lebih baik lagi dalam menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami ingin lebih baik dan mengikuti arahan kementerian, ukurannya ya tiga itu tadi, ada ekonomi, lingkungan, dan dampak sosial,” harap Markus. Selain itu, dia menjelaskan bahwa UM telah menunjukkan beberapa keunggulan melalui SDGs.

“SDGs yang kami unggulkan ada 3, 4, 7, 8, 12, 13, dan 17. Cuma mungkin perlu lebih berkualitas dan lebih berdampak secara nyata,” kata Markus. LPPM UM juga mengajak Direktorat Inovasi untuk bergabung dalam mereview PPM yang telah dilakukan peneliti. “Dengan pameran ini maunya, kan kami mengundang juga direktorat inovasi. Nah, itu tugasnya memilih dari judul-judul ini yang berpotensi untuk dihilirisasi diindustrialisasi biar lebih mudah,” ujar Markus. Dia melanjutkan, kegiatan ini juga dapat menjadi media promosi kepada mitra dan masyarakat sehingga mendatangkan beberapa sekolah di Kota Malang. “Karena itu, kami undang guru dan siswa dari SMA juga. Kami juga ingin mengenalkan kalau sekarang UM tidak hanya seputar keguruan saja, tetapi sudah lebih luas daripada itu, jadi mungkin adik-adik SMA bisa melirik UM,” lanjut Markus.

Ketua LPPM UM: Kampus Selenggarakan Hampir 1.700 PPM

Pada 2025, UM sedang gencar melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Markus mengatakan, UM sedang menyelenggarakan berbagai Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bersama pihak internal dan eksternal. “Saat ini, UM sedang menyelenggarakan hampir 1.700 penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik internal maupun eksternal, dan internasional,” kata Markus. Dia menambahkan, seribu lebih karya ini merupakan bukti komitmen yang sejalan dengan astacita presiden. “Komitmen ini sejalan dengan astacita presiden, terutama cita-cita membangun SDM (sumber daya manusia, Red) yang unggul serta berkarakter untuk mendorong riset dan inovasi, menguatkan ekonomi berbasis pengetahuan, dan teknologi yang menggunakan pemerataan, serta kualitas pelayanan publik,” ujar Markus.

Di samping itu, Markus menambahkan, ada upaya lain yang perlu ditingkatkan melalui rasio artikel yang terbit di jurnal dan conference. “Ada upaya lain yang perlu kami tingkatkan, salah satunya adalah rasio artikel yang terbit di jurnal dan artikel di conference. Tahun ini 49% di jurnal; 45% di conference; 0,3% di restricted; dan itu termasuk kecil daripada universitas lain,” jelas Markus. Kemudian dia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan produktivitas, bukan sekadar ajang untuk memperbanyak publisitas. “Untuk Bapak/Ibu dosen dan mahasiswa, ini adalah salah satu upaya yang bukan sekadar ajang untuk meningkatkan publisitas terbanyak, tapi kami perlu meningkatkan produktivitas UM melalui kolaborasi dosen-mahasiswa, dosen-dosen, dan dosen-perguruan tinggi lain baik nasional maupun internasional,” tegas Markus. Sementara itu, Wakil Rektor III Prof Dr Ahmad Munjin Nasih SPd sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peneliti dan pelaksana pengabdian kepada masyarakat, para panitia, para mahasiswa, serta para mitra yang telah berkolaborasi dengan penuh dedikasi pada acara ini.

“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peneliti dan pelaksana pengabdian kepada masyarakat, para panitia, para mahasiswa, serta para mitra yang telah berkolaborasi dengan penuh dedikasi pada acara ini,” kata Munjin. Dia menyampaikan harapannya agar acara ini dapat menjadi tempat orasi ilmiah tentang acuan kebijakan penelitian di tahun depan. “Kami juga berharap hari ini Pak Direktur dapat menyampaikan arah dan kebijakan penelitian dan pengabdian pada 2026 nanti,” ujar Munjin.

Orasi Ilmiah bersama Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof apt I Ketut Adnyana PhD berorasi ilmiah pada kegiatan Seminar Nasional ini. Dia menjelaskan skema-skema penelitian dan pengabdian yang dapat digunakan sebagai acuan. “Skema-skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tentunya semua sangat menarik. Paling tidak mengikuti dua kata kunci. Pertama, semua penelitian dan pengabdian berbasis kepada masalah-masalah riil yang didapat dari masyarakat dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat,” kata Adnyana.

Dia melanjutkan, untuk kata kunci yang kedua yaitu kolaborasi karena ingin ada penyelesaian masalah. “Kata kunci kedua adalah kolaborasi, karena kami ingin mendapatkan penyelesaian masalah yang lebih tuntas dan itu dilakukan oleh multidisiplin. Demikian kami mendesain skema itu,” jelas Adnyana. Dia juga menanggapi adanya kegiatan Seminar Nasional dan Pameran Hasil PPM yang diselenggarakan oleh LPPM UM ini.

“Kegiatan ini sangat bagus, karena menunjukkan konsistensi kami, komitmen kami dalam membangun ekosistem riset, pengabdian, dan inovasi. Tentu harapan berikutnya adalah memberikan dampak lingkungan, dampak akademik, dampak sosial, dan dampak ekonomi,” ujar Adnyana. Dia juga mengatakan, pihaknya berharap dari tahun ke tahun jelas arah dari kegiatan ini. “Harapannya, kegiatan ini semakin ada peningkatan, pembaruan, dan kemajuan,” pungkas Adnyana.

Pengumuman Juara Poster Terbaik

Dari 1.484 poster yang telah dipamerkan dan penampilan dari fakultas sebagai hiburan, berikut adalah pemenang terbaiknya.

Pemenang Poster Terbaik dan Penampilan Fakultas Terbaik

  • Juara 1: Umi Safiul Ummah SPd MPd PhD (Fakultas Ilmu Pendidikan) dengan judul “Peningkatan Wawasan Kebangsaan bagi Anak Imigran di Sanggar Bimbingan Bintang Sembilan Puchong Malaysia”.
  • Juara 2: Bagus Kharisma Putra (Fakultas Teknik) dengan judul “Desain Bioplastik dari Limbah Kulit Kentang yang Diperkuat PVA untuk Pembungkus Sayuran Segar”.
  • Juara 3: Dian Puspitaningtyas Laksana SKM MKKK (Fakultas Ilmu Keolahragaan) dengan judul “GEN ALPHA (Gerakan Edukasi Anak Lingkungan Pra-Sekolah) untuk Meningkatkan Kemandirian Berbasis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Visual Media”.

Pemenang Penampilan Fakultas Terbaik:

  • Juara 1: Fakultas Ilmu Pendidikan dengan tema “Jedor Party Time”
  • Juara 2: Fakultas Teknik dengan tema “Fashion Show “Horizon”
  • Juara 3: Fakultas Ilmu Keolahragaan dengan tema “Edukasi Sehat Bergerak”.