Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) sukses menyelenggarakan Seminar Internasional Hasil Pengabdian Masyarakat (Hapemas) 2025 di Gedung Kuliah Bersama (GBK) A19 Lantai 9 UM, Rabu (17/09/2025). Kegiatan LPPM UM ini mengusung topik “National Characteristics to Strengthen Sustainable Village Resource” untuk menyoroti utilitas kebijaksanaan lokal, nilai budaya, dan identitas nasional sebagai fondasi strategi untuk komunitas dan kekuatan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Komitmen LPPM UM Dukung Kemendiktisaintek yang Berdampak

Universitas Negeri Malang terus berkomitmen memperlihatkan peran perguruan tinggi terhadap masyarakat melalui LPPM UM. Salah satunya penyelenggaraan kegiatan Seminar Internasional Hapemas setiap tahun. Hapemas 2025 ini mengangkat beberapa isu SDGs sebagai realisasi tema kali ini, di antaranya tanpa kemiskinan (no poverty), kehidupan sehat dan sejahtera (good health and well-being), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (decent work and economic growth), kota dan pemukiman yang berkelanjutan (sustainable cities and communities), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (responsible consumption and production), dan kemitraan untuk mencapai tujuan (partnership for the goals). Wakil Rektor III UM Prof Ahmad Munjin mengatakan, pemerintah sudah memberikan perhatian untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM)-nya secara keseluruhan hingga pembangunan desa berkelanjutan. Tapi, dia mengatakan, Hapemas 2025 hadir mendukung program pemerintah Kemendiktisaintek Berdampak melalui pengembangan desa yang luar biasa.

“Bukan berarti pemerintahan yang sebelumnya tidak memberi perhatian terhadap SDM dan pengembangan desa. Tapi, tema Hapemas 2025 menjadi sangat penting karena pemerintahan semakin fokus yang luar biasa bagi pengembangan desa. Contohnya, terbentuk program Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga program penyaluran listrik ke 4.700 desa,” ujar Prof Ahmad Munjin. Dia melanjutkan, perguruan tinggi saat ini memang sedang berlomba-lomba untuk berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, hingga sesama perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan di Indonesia. Karena itu dengan adanya Hapemas, dia mengatakan, para peneliti tidak hanya berhenti pada publikasi dan laporan penelitian serta pengabdian, juga didorong harus berdampak pada masyarakat. Prof Ahmad Munjin berharap, program Hapemas ini semakin berkualitas dan berkontribusi untuk bangsa dan negara. “Semoga Hapemas semakin berkualitas dari waktu ke waktu dan berkontribusi yang lebih besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Hapemas 2025 Gandeng Berbagai Perguruan Tinggi

Untuk memperkuat akademi global, mendukung publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat, LPPM UM menggandeng beberapa perguruan tinggi. Mulai dari Universitas Swadaya Gunung Jati, Akademi Keperawatan Al Ikhlas, Universitas Kadiri, Universitas 19 November Kolaka, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).Sementara itu, Ketua Pelaksana Seminar Internasional Hapemas 2025 Dr Otto Fajarianto mengatakan, seminar internasional kali ini digelar secara hybrid. “Kegiatan Hapemas 2025 diikuti 50 presenter dan 100 peserta, baik secara luring maupun daring,” ujar Dr Otto Fajarianto.

Dalam seminar kali ini, beberapa narasumber lintas negara menyampaikan hasil penelitiannya masing-masing. Mereka adalah Prof Madya Ts Dr Affero Bin Ismail dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) yang mengangkat topik Blue Curriculum, Sukidi PhD dari Indonesia membahas tentang Kebhinekaan dan Nasionalisme, Dr Andy Ahmad dari Thailand membahas tentang peran remaja berkarakter nasional dalam pembangunan desa berkelanjutan. Selain itu, ada Dr Tri Wahyu Hardaningrum SE MPd dari Universitas Negeri Malang yang mengangkat topik Memperkuat Desa Berkelanjutan melalui Tingginya Kebijakan, Kebudayaan, dan Aksi Masyarakat, Dr Elya Nabila Binti Abdul Bahri dari Universiti Malaya, serta Ismail Suardi Wekke PhD dari Indonesia. Harapannya ke depan, produk penelitian Hapemas tidak hanya sekadar dijadikan publikasi jurnal saja, tetapi juga bisa dipilah kembali produk dan program yang dapat direalisasikan dalam masyarakat. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi juga dapat menunjukkan perannya di masyarakat serta menjadi hal yang penting bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan di Indonesia. Profit dari kegiatan ini juga tidak main-main yaitu publikasi untuk presenter dalam prosiding ISSN Nasional Hapemas, Jurnal Karinov, Jurnal Graha Pengabdian, serta SEPAKAT: Sesi Pengabdian.