Universitas Negeri Malang (UM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan pertemuan penguatan kerja sama internasional dengan International Science, Technology and Innovation Centre (ISTIC–UNESCO) pada Jumat (06/02/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Seminar I LPPM UM, Graha Rektorat Lantai 6. Acara ini menjadi bagian dari langkah strategis LPPM UM dalam memperluas kolaborasi global di bidang riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan pendidikan perubahan iklim (climate change education) yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri dan mendapat dukungan penuh dari Rektor Universitas Negeri Malang Prof Dr Hariyono MPd bersama jajaran pimpinan universitas. Turut hadir Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Prof Dr Ahmad Munjin Nasih SPd MAg, serta Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Data dan Informasi, Pemeringkatan, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama Prof Ir Arif Nur Afandi ST MT MIAEng MIEEE PhD. Kehadiran pimpinan universitas mencerminkan komitmen UM dalam memperkuat kerja sama global yang berbasis keilmuan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi Global South.
Pentingnya Kemitraan Internasional yang Berdampak
Forum ini dipimpin oleh Ketua LPPM UM Prof Dr Markus Diantoro MSi didampingi Sekretaris LPPM Dr Hary Suswanto serta dihadiri para kepala pusat di lingkungan LPPM. Prof Markus dalam sambutannya menegaskan pentingnya kemitraan internasional yang berkelanjutan dan berdampak, khususnya dalam penguatan climate change education, riset kolaboratif lintas negara, serta pengembangan inovasi yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Delegasi ISTIC–UNESCO yang dipimpin oleh Director of ISTIC Madam Tengku Sharizad Tengku Dahlan bersama jajaran eksekutif dan pengelola program, turut hadir dalam forum ini. Diskusi difokuskan pada evaluasi kerja sama yang telah berjalan serta perencanaan penguatan program kolaboratif ke depan, meliputi riset bersama, pengembangan inovasi, pendidikan perubahan iklim, dan penguatan jejaring kerja sama global dalam kerangka South–South Cooperation. Melalui pertemuan ini, Universitas Negeri Malang menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi Indonesia yang dipercaya dalam jejaring riset dan inovasi Global South. LPPM UM menyatakan kesiapan untuk terus memperluas kolaborasi strategis bersama ISTIC–UNESCO pada level universitas, lembaga, maupun kementerian guna mendorong kontribusi nyata UM terhadap agenda pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi global.
Kolaborasi UM–ISTIC telah diwujudkan dalam berbagai aktivitas internasional, antara lain program capacity building, penyelenggaraan Climate Change Education Workshop yang melibatkan peserta dari 12 negara, serta partisipasi UM dalam International Board Meeting on South-South Cooperation di Afrika Selatan. Melalui jejaring ISTIC, UM juga berperan aktif dalam Global South Research University Alliance (GSRUA) serta inisiatif pembentukan Africa–Asia Research Consortium (AFRASIA) yang direncanakan diluncurkan pada tahun 2026. Penguatan kerja sama global ini semakin menegaskan peran Universitas Negeri Malang sebagai representasi perguruan tinggi Indonesia dalam kolaborasi riset Global South, sekaligus membuka peluang strategis pengembangan pusat kegiatan dan jejaring internasional di Indonesia, khususnya di Kota Malang, yang berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs 4, 13, dan 17.

