Malang – Prestasi membanggakan kembali hadir dari dunia akademik internasional. Prof. Hong Chen, ilmuwan terkemuka dari Changsha University of Science and Technology (CSUST) dengan H-index Scopus mencapai 40, pada tahun 2025 ini telah menerbitkan dua artikel ilmiah di jurnal bereputasi Scopus Q1. Kedua publikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi riset bersama Dr. Eli Hendrik Sanjaya, Ph.D., dosen Departemen Kimia dan Departemen Sains Terapan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang (UM), Indonesia. Berikut judul dan link publikasinya.

  1. A critical review of oxygen supply and control strategies in single-stage partial nitritation-anammox system for autotrophic nitrogen removal from wastewater (https://doi.org/10.1016/j.jece.2025.117613)
  2. Achieving rapid granulation and long-term stability of partial nitritation – anammox process by uniquely configured airlift inner-circulation partition bioreactor (https://doi.org/10.1016/j.biortech.2025.132474)

Kerja sama ini memperkuat hubungan akademik lintas negara dan menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian yang dipublikasikan tidak hanya memiliki dampak signifikan di bidangnya, tetapi juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya: SDG 6: Clean Water and Sanitation – mendorong inovasi pengolahan air dan sanitasi yang aman; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure – memperkuat pengembangan teknologi dan infrastruktur riset; SDG 12: Responsible Consumption and Production – mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan; dan SDG 17: Partnership for The Goals.

Prof. Hong Chen, yang dikenal luas di komunitas ilmiah internasional, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti pentingnya sinergi antarnegara dalam menghadapi tantangan global. “Ilmu pengetahuan tidak memiliki batas negara. Melalui penelitian bersama, kita dapat menciptakan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat dunia,” ujarnya.

Dr. Eli Hendrik Sanjaya menambahkan bahwa kerja sama ini juga membuka peluang riset lanjutan yang berpotensi menghasilkan inovasi baru. “Kami tidak hanya fokus pada publikasi, tetapi juga pada bagaimana hasil riset ini dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan ini, baik CSUST maupun Universitas Negeri Malang menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung agenda global SDGs. Publikasi tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi internasional dapat menghasilkan kontribusi ilmiah berkualitas tinggi yang diakui di tingkat dunia, serta dapat meningkatkan peringkat masing-masing universitas di tingkat internasional.