Changsha, Tiongkok — Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si., Ph.D., Ketua Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM), tengah melaksanakan kegiatan Foreigner Expert Program di Changsha University of Science and Technology (CSUST), China. Program ini berlangsung on-site di China mulai tanggal 17 Juli hingga 25 September 2025.

Program prestisius ini merupakan inisiatif pemerintah China untuk menghadirkan para pakar dari luar negeri dalam rangka memperkuat kolaborasi internasional dan mewujudkan target-target ilmiah dari proposal yang diajukan oleh dosen tuan rumah (host lecturer) di berbagai perguruan tinggi Tiongkok. CSUST, sebagai salah satu mitra strategis PSR LPPM UM, telah menjalin kerja sama erat dengan Eli Hendrik Sanjaya, Ph.D dalam berbagai bentuk kegiatan sejak beberapa tahun terakhir.

Kerja sama antara UM dan CSUST tidak terbatas pada program ini saja. Bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan University of Tokyo (Jepang), kedua institusi telah membentuk Water and Wastewater Treatment Consortium sejak tahun 2024. Konsorsium ini menjadi wadah penting bagi sinergi lintas negara dalam menghadapi tantangan global di bidang pengolahan air dan limbah domestik.

Melalui Foreigner Expert Program, Eli Hendrik Sanjaya, Ph.D melaksanakan berbagai aktivitas akademik, meliputi pengajaran (teaching), supervisi mahasiswa, serta penyusunan publikasi ilmiah bersama para dosen dan peneliti di CSUST. Program ini akan dilaksanakan selama 100 hari (70 hari on-site di China dan 30 hari Online). Program ini serupa dengan kegiatan visiting professor dan diharapkan membawa dampak positif yang signifikan, baik bagi pengembangan kapasitas institusi maupun peningkatan reputasi akademik internasional UM.

Lebih dari itu, keikutsertaan Dr. Eli dalam program ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Keterlibatan aktif akademisi Indonesia dalam jejaring kolaborasi global seperti ini mencerminkan komitmen Universitas Negeri Malang dalam memperkuat kapasitas riset dan pendidikan tinggi yang berdampak luas, tidak hanya bagi bangsa tetapi juga bagi masyarakat internasional. Selain itu, program-program seperti ini diharapkan dapat berkelanjutan di masa yang akan datang.