Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar workshop penulisan proposal hari kedua di Lantai 9 GKB A19 UM, Selasa (09/12/2025). Workshop LPPM UM ini diselenggarakan dengan konsep training of trainers (ToT). Pada hari kedua, kegiatan workshop ini mengupas strategi penulisan proposal hibah penelitian yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan eksternal lainnya tahun 2026.

UM Menuju Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Penelitian

Saat ini, Universitas Negeri Malang (UM) sedang gencar meningkatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta memaksimalkan dana yang diberikan oleh eksternal maupun internal. Untuk mewujudkan hal tersebut, LPPM UM menggelar kegiatan workshop penulisan proposal selama dua hari pada Senin (08/12/2025) dan Selasa (09/12/2025). Wakil Rektor III UM Prof Dr Ahmad Munjin Nasih SPd MAg mengatakan, kegiatan ini memang penting dilakukan untuk mendapatkan proposal yang sesuai panduan. “Kegiatan ini penting dilakukan dan setiap tahun juga sudah dilakukan untuk menghasilkan proposal-proposal yang di-submit yang sudah memenuhi kaidah,” ujar Munjin.

Dia mengatakan keresahan selama ini berasal dari proposal yang ditolak lebih awal karena tidak memenuhi syarat administrasi. “Banyak proposal yang di-submit itu ditolak karena persoalan administratif, bukan persoalan substansi,” ujar Munjin. Dia melanjutkan, tahap administrasi seharusnya menjadi pintu masuk agar proposal dapat dinilai secara substansi. “Padahal tahap administrasi itu merupakan pintu masuk agar proposal kami bisa dinilai secara substansi,” ujar Munjin. Dia menekankan kegiatan ini memang penting dilakukan agar tidak mengulangi kejadian proposal tertolak di tahap awal atau tahap administrasi. “Jadi, kegiatan ini memang sangat penting agar kejadian yang lalu tidak terulang lagi, yaitu sebagian besar proposal di UM tertolak karena administrasi, kan eman gitu ya,” Munjin menyayangkan.

Munjin mengingatkan para calon penyusun proposal yang mengikuti ToT ini untuk mendampingi mahasiswa agar sesuai panduan. “Nanti ketika mendampingi mahasiswa juga mohon diingatkan tentang ketentuan-ketentuan administrasi yang harus dipenuhi,” kata Munjin. Dia berharap kegiatan ini berdampak besar bagi kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di UM. “Semoga kegiatan ini dapat memiliki dampak yang besar bagi kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Negeri Malang sehingga dana internal dan eksternal dapat diserap secara maksimal,” harap Munjin.

Strategi Proposal Lolos Dana Hibah

Aktivis penelitian dan publikasi UM Prof Ahmad Taufiq SPd MSi mengisi tentang materi strategi proposal lolos dana hibah. Dia mengatakan, kunci utama proposal yang ingin didanai tidak boleh menggunakan AI (Artificial Intelligence). “Sekarang ini zamannya AI, apa-apa pakai AI, tapi kami bikin proposal tidak boleh memakainya,” kata Taufiq. Dia melanjutkan bahwa AI dapat membahayakan keaslian proposal, bahkan bisa terdeteksi plagiasi di masa depan.

“AI seperti ChatGPT itu akan menjadi berbahaya ke depannya apabila digunakan untuk hal-hal yang seperti ini. Karena itu, hal terpenting, strategi paling penting yang harus dipatuhi adalah hindari plagiasi,” ujar Taufiq. Melalui workshop penulisan proposal penelitian yang diselenggarakan oleh LPPM UM ini, Taufiq memberikan beberapa strategi agar proposal dapat lolos didanai hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Berikut ini beberapa strateginya:
1. Masalah jelas dan penting.
2. State of the art dan novelty kuat.
3. Metode tepat dan operasional.
4. Roadmap dan luaran realistis.
5. Tim kompeten.
6. Anggaran wajar dan logis.
7. Memberikan dampak besar yang nyata.
8. Kelayakan dan kesiapan pelaksanaan.
9. Sesuai panduan.

Kunci Sukses Penelitian BIMA 2026

Workshop penulisan proposal ini juga dihadiri oleh Direktur Riset dan Inovasi IPB Prof Dr Sugeng Heri Suseno SPi MSi yang menjadi pemateri terkait kunci sukses penelitian BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) tahun 2026. Dia mengatakan, penelitian ini harusnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. “Biaya Rp1,2 triliun untuk penelitian BIMA ini harusnya dapat dimanfaatkan oleh Bapak/Ibu untuk mendapatkan hibah proposal. Apalagi BIMA ini termasuk penelitian yang paling mudah ya menurut saya,” ujar Sugeng.

Dia juga membagikan lima kunci sukses penelitian BIMA tahun 2026 kepada para peneliti sebagai berikut:
1. Membaca dan memahami Panduan BIMA 2026..
2. Optimalisasi rekam jejak: SINTA, sitasi proposal, dan roadmap
3. Ikuti template penelitian dasar dan penelitian terapan dengan teliti.
4. Pastikan lolos administrasi.
5. Optimalisasi penilaian substansi.

Di samping itu, Sugeng juga mengajak berdiskusi mengenai perubahan panduan BIMA tahun 2026. “Perbedaan paling menonjol yang ada pada panduan antara 2025 dan 2026, yaitu kalau dulu ada kolaborasi atau katalis, sekarang tidak ada skema katalis,” kata Sugeng. Selain itu, dia mengatakan, terdapat pula perbedaan pada kontribusi mitra yang diterima. “Kemudian untuk kontribusi mitra, kalau dulu boleh in kind atau in cash, sekarang keduanya in kind maupun in cash harus didapatkan,” kata Sugeng. Dia menjelaskan perubahan juga terjadi pada roadmap penelitian terapan. “Pada penelitian terapan roadmap yang dulu tidak dibatasi tahun, sekarang dibatasi 5 tahun. Jadi, kalau bikin roadmap 5 tahun sebelumnya, saat ini, dan 5 tahun yang akan datang,” jelas Sugeng.

Strategi Lolos Pendanaan Penelitian SINERGI

Tidak hanya berbagi tentang penelitian BIMA 2026, Sugeng juga mengajak peserta berdiskusi mengenai strategi lolos pendanaan program SINERGI (Skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi). Dia mengatakan, program ini memiliki dua jenis pendanaan. “Untuk SINERGI sendiri timeline-nya sama akan berakhir Desember 2025. Ada dua jenis yang dapat diikuti, yaitu melalui web hiliriset yang ada luarannya serta LPDP yang berupa proses,” kata Sugeng. Dia juga membagikan strategi agar lolos pendanaan di program SINERGI dengan langkah sebagai berikut:
1. Perhatikan redaksional dan juga template. Hal ini penting karena menjadi saringan yang pertama untuk pengajuan proposal.
2. Optimalisasi rekam jejak, urgensi penelitian, dan juga referensi karena itu menjadi bagian penting dalam penilaian.
3. Penelitian SINERGI ini harus menggandeng mitra paling tidak dinas serta DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri).
4. Pengajuan sinergi dapat dipilih berbasis output atau berbasis proses.

Sebagai penutup, Sugeng menyampaikan pantun yang memberikan pesan bermakna. “Tulis proposal dengan teliti, agar reviewer jatuh hati,” pesan Sugeng.