“Purworejo—Masyarakat desa saat ini harus beradaptasi dengan era digitalisasi yang serba cepat dan praktis. Tidak perlu lagi mencetar brosur untuk promosi suatu produk, namun kita dapat mengiklankannya secara digital. Sayangnya, tidak semua masyarakat desa, khususnya Purworejo, terbiasa akan pemasaran berbentuk digital. Selama ini masyarakat desa Purworejo menjalankan pemasaran dengan cara konvensional yaitu penjualan langsung (tatap muka) dan dari tengkulak. Mereka belum mengenal adanya digital marketing, apalagi mengaplikasikannya. Sehingga, margin yang diterima sangat minim karena mereka tidak dapat memperluas pangsa pasar mereka.

Berdasarkan rekomendasi dari pihak PKK Desa Purworejo, mereka menyampaikan bahwa usaha kerupuk lempeng di desa tersebut cukup banyak dan memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, dalam praktiknya, harga jual kerupuk lempeng produksi masyarakat Desa Purworejo masih cenderung kalah bersaing dibandingkan produk dari luar daerah, meskipun dalam beberapa kasus produk luar tersebut justru memperoleh pasokan atau bahan dari Desa Purworejo. Kondisi ini menunjukkan bahwa permasalahan tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran, pengemasan promosi, dan kemampuan pelaku UMKM dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

Hal tersebut melatarbelakangi mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang (UM) untuk menyelenggarakan sosialisasi Digital Marketing yang ditujukan khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Purworejo. Sosialisasi ini sebagai wadah mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang untuk mengentas ketidakbiasaan masyarakat Purworejo akan literasi digital yang seharusnya menjadi pondasi kuat untuk bersaing dalam pasar lokal maupun global. Mahasiswa KKN UM telah melakukan cara partisipatif aktif melalui diskusi mendalam, identifikasi kendala, dan pemetaan produk. Diskusi mendalam melibatkan perangkat desa, kader, dan penggerak PKK guna memetakan potensi desa. Identifikasi kendala dilakukan dengan wawancara dengan pelaku UMKM untuk memahami mental maupun kendala teknis yang dihadapi masyarakat Purworejo dalam mengadopsi teknologi digital. Sedangkan untuk pemetaan produk dilaksanakan untuk menginventarisir produk unggulan yang memuliki nilai jual tinggi jika dikemas secara digital.

Berdasarkan hasil observasi, maka dipilihlah platform media sosial yaitu TikTok, karena aplikasi tersebut yang paling diminati oleh warga sekitar. Warga diperkenalkan bagaimana mengiklankan produk melalui TikTok Live dan TikTok Shop. Materi sosialisasi disusun se-ramah mungkin agar warga mudah untuk mempraktikkan. Fokus utama pelatihan meliputi 1) Optimasi Media Sosial & Marketplace; 2) Kriteria Jualan Online; 3) Strategi Konten Sederhana; dan 4) Manajemen Pelanggan. Optimasi media sosial dan marketplace dengan cara mengenalkan platform mana yang paling efektif untuk karakteristik produk desa tertentu. Kemudian, kriteria penjualan online ditujukan untuk memberikan panduan mengenai apa saja syarat administrasi dan teknis agar toko digital mereka dipercaya oleh konsumen. Sedangkan strategi konten sederhana dimaksudkan untuk mengajarkan cara mempromosikan produk melalui foto dan deskripsi yang menarik guna meningkatkan daya pikat pembeli. Selanjutnya, manajemen pelanggan adalah tentang tips dasar menangani pesanan masuk dan berkomunikasi dengan calon pembeli di dunia maya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pelatihan tidak berhenti sampai sini saja, namun dapat dilakukan terus menerus dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Setelah dilakukannya sosialisasi tersebut, harapanyannya warga pelaku UMKM dapat “upgrade” atau naik level dalam hal pemasaran produk yang lebih luas. Hal tersebut diharapkan dapat mendongkrak pendapatan masyarakat sekitar dan meningkatkan daya saing produk lokal di era perekonomian yang semakin kompetitif seperti saat ini. Program ini adalah bukti nyata insan akademi yang mampu berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sentuhan teknologi tepat guna yang dapat menjadi modal warga Purworejo dalam perekonomian yang berdampak.”