Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar pleno seleksi Program Jatim Melaju 2026. Kegiatan LPPM UM ini menjadi bagian dari rangkaian penentuan penerima pendanaan riset kolaboratif antar perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. Acara LPPM UM yang berlangsung di Klub Bunga Theme Park Hotel, Kota Batu, ini dihadiri oleh perwakilan LPPM/LP2M/DRPM dari lima perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH) dan sepuluh perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Timur yang terlibat dalam program tersebut.
Ketua LPPM UM Prof Aji Prasetya Wibawa menyampaikan bahwa selain menjadi wadah kolaborasi penelitian antar perguruan tinggi, program Jatim Melaju juga diharapkan mampu menuntaskan berbagai persoalan sosial di Jawa Timur. “Masing-masing kampus ini arahnya (riset) harus sama, yaitu menyelesaikan persoalan-persoalan di Jawa Timur,” ujar Prof Aji Prasetya Wibawa saat ditemui pada Sabtu (18/04/2026).
Prof Aji menjelaskan, program penelitian Jatim Melaju akan memfokuskan riset pada bidang-bidang prioritas di sains, teknologi, serta sosial humaniora guna mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). “Jadi nanti fokusnya sama (rata) di sosial dan saintek. Bahkan, ada (riset) yang multidisiplin seperti riset teknologi yang meneliti dampak sosialnya,” lanjut Prof Aji. Dia mengatakan, setiap penelitian yang lolos seleksi dan memperoleh pendanaan diwajibkan menghasilkan luaran berupa publikasi pada jurnal internasional bereputasi serta solusi konkret yang dapat diterapkan di masyarakat.
“Ini nanti sebelum 2027 sudah harus selesai dan kami juga harus memastikan bahwa penelitian berjalan sesuai rencana,” tegasnya. Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Litbang Jirap Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur Wiwik Heny Winarsih menyampaikan bahwa seluruh kegiatan riset dalam program ini mengacu pada visi misi Gubernur Jawa Timur melalui Nawa Bhakti Satya serta Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dari perangkat daerah.
“Seluruh kegiatan riset ini mengacu pada visi misi gubernur yakni Nawa Bhakti Satya. Terus juga berdasarkan pada Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang dikirimkan oleh dinas-dinas. Nanti kami petakan masalahnya dan lihat mana yang bisa diprioritaskan untuk dianggarkan pada tahun berjalan,” jelas Koordinator Litbang Jirap BRIDA Jawa Timur Wiwik Heny Winarsih. Rangkaian program Jatim Melaju 2026 telah dimulai sejak Februari 2026, di mana setiap perguruan tinggi mengajukan proposal riset kolaboratif. Proposal tersebut diajukan oleh pihak host melalui sistem yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Program Lanjutan Kolaborasi Jatim Pro
Sebelum program Jatim Melaju dilaksanakan, lima PTN-BH di Jawa Timur yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Airlangga (UNAIR) telah lebih dahulu berkolaborasi aktif melalui program Jatim Pro. Keberhasilan program tersebut kemudian mendorong perluasan kolaborasi dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi negeri di Jawa Timur melalui Jatim Melaju. Sementara itu, Wakil Rektor III UM Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Prof Dr Markus Diantoro MSi menjelaskan, program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang diperluas melalui forum rektor PTN Jawa Timur.
“Jadi program ini adalah lanjutan dari RKI Jatim Pro. Di raker forum rektor PTN Jatim di UIN Syekh Wasil Kediri, salah satu rekomendasinya adalah melanjutkan program ini (Jatim Pro) jadi Jatim Melaju yang sekarang sudah di tahap seleksi riset yang akan didanai,” tutur Prof Dr Markus Diantoro MSi pada Sabtu, (18/04/2026). Dia menambahkan, pleno yang diselenggarakan oleh LPPM UM menjadi langkah awal untuk menyelaraskan persepsi antar perguruan tinggi dalam pelaksanaan program tersebut. “Memang ada kesepakatan yang belum tercukupi dan ternyata memang masih ada komunikasi yang perlu ditingkatkan. Masih ada istilah dan bahasa yang dipahami berbeda,” ungkapnya.

