“Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi teknologi pertanian berkelanjutan berupa alat pembasmi hama “Klapper” berbasis panel surya di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Inovasi ini dirancang sebagai solusi ramah lingkungan untuk membantu petani dalam mengendalikan hama sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Dalam rangka mendukung penguatan sektor pertanian berkelanjutan, mahasiswa KKN UM melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan alat pembasmi hama inovatif bernama “Klapper”. Alat ini memanfaatkan energi surya sebagai sumber daya utama, sehingga dapat dioperasikan secara mandiri tanpa ketergantungan pada listrik konvensional.
Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi petani di Desa Purworejo, khususnya terkait serangan hama yang berpotensi menurunkan hasil panen. Selama ini, pengendalian hama masih didominasi oleh penggunaan pestisida kimia yang dalam jangka panjang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui inovasi “Klapper”, mahasiswa KKN menawarkan pendekatan baru dalam pengendalian hama dengan memanfaatkan prinsip teknologi sederhana yang dikombinasikan dengan energi terbarukan. Penggunaan panel surya memungkinkan alat ini tetap berfungsi secara optimal di area persawahan, terutama di lokasi yang memiliki keterbatasan akses listrik. Pemanfaatan energi surya juga dinilai efektif dan efisien sebagai sumber energi alternatif dalam berbagai program pengabdian masyarakat berbasis teknologi tepat guna.
Dalam tahap implementasi, mahasiswa KKN melakukan observasi lapangan serta berkoordinasi dengan petani setempat untuk memahami kebutuhan dan karakteristik lahan pertanian. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, alat “Klapper” dirancang agar mudah digunakan, hemat energi, serta memiliki daya jangkau yang sesuai dengan kondisi lingkungan pertanian di Desa Purworejo.
Selain proses perancangan dan pemasangan alat, kegiatan ini juga disertai dengan sosialisasi kepada petani mengenai cara penggunaan dan perawatan alat. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat dapat mengoperasikan teknologi tersebut secara mandiri serta memastikan keberlanjutan pemanfaatannya dalam jangka panjang.
Keunggulan utama dari alat “Klapper” terletak pada konsepnya yang mengedepankan efisiensi energi dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan energi matahari, alat ini tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan minim dampak negatif terhadap ekosistem.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya para petani yang merasakan manfaat langsung dari inovasi tersebut. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu membantu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian secara lebih sehat dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UM menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian. Inovasi seperti “Klapper” diharapkan dapat menjadi model pengembangan solusi berbasis energi terbarukan yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna menghadirkan inovasi-inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan lokal. Dengan demikian, upaya peningkatan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan secara seimbang dan berkelanjutan.”

