Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) gelar kegiatan Review Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UM Sumber Dana Non APBN 2026. LPPM UM menggelar review di Hotel Montana Dua, Kota Malang, Senin pagi (09/03/2026). Kegiatan LPPM UM ini digelar dengan tujuan meningkatkan mutu riset dan sebagai bentuk transparansi kepada para peneliti terkait proses review proposal PPM.
Kegiatan yang diikuti oleh para reviewer junior dan senior ini dilaksanakan selama dua hari pada Senin (09/03/2026) hingga Selasa (10/03/2026). Para reviewer akan menilai sebanyak 5.011 proposal yang berhasil di-submit.
Terapkan Kode Etik Reviewer dengan Profesional
Ketua LPPM UM Prof Aji Prasetya Wibawa ST MMT PhD menyampaikan bahwa capaian proposal di periode ini semakin meningkat dari periode sebelumnya. “Saya mau menyampaikan bahwa capaian proposal yang kami terima periode ini mencapai 5.011 proposal,” ujar Aji. Dia merinci proposal yang berhasil submit terdapat 3.141 proposal penelitian internal; 1.117 proposal pengabdian kepada masyarakat; dan 673 proposal penelitian bantuan berupa buku, disertasi, tesis, dan sebagainya. “Beberapa proposal yang belum berhasil submit mungkin bisa dijadikan tabungan untuk periode selanjutnya,” saran Aji.
Pada kegiatan review proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat non APBN ini, Aji mengingatkan para reviewer untuk menjaga kode etik dan bersikap profesional. “Dalam melaksanakan proses review ini, kami mohon untuk menjaga kode etik review, di antaranya kerahasiaan. Jadi, sebagai reviewer nggak usah cerita saya me-review ini, saya me-review itu,” kata Aji. Dia melanjutkan bahwa pihak LPPM UM berharap tidak terjadi benturan kepentingan dalam proses review. “Kemudian, jangan sampai ada benturan kepentingan. Kadang sistem tidak bisa melihat terlalu dalam, jadi apabila ternyata bapak/ibu ternyata mereview milik sendiri, mohon disampaikan kepada panitia agar diploting ulang,” sambung Aji.
Dia juga menjelaskan apabila terdapat ploting review proposal yang tidak sesuai dapat dikomunikasikan dengan panitia. “Berikutnya adalah kompetensi, idealnya harusnya sama dengan penilaian. Jadi, LPPM akan membuat ploting proposal dan reviewer harus satu rumpun,” lanjut Aji menerangkan kode etik reviewer. Selanjutnya, Aji mengimbau agar para reviewer bertindak adil dengan tidak mengambil ide dari proposal yang sedang direview. “Lalu jangan sampai tugas ini kami jadikan bahan untuk mengambil ide orang lain. Jangan berpikiran ah ini proposalnya nggak lolos, tetapi ternyata tahun depan bapak/ibu membuat proposal dengan topik yang sama,” kata Aji. Dia ingin proses review ini berjalan dengan profesional. Dia mengimbau jangan ada keraguan dalam memutuskan penilaian. “Bapak/ibu jangan ragu-ragu dalam menilai dan memutuskan, karena setiap keraguan bisa jadi malah menjerumuskan. Jadi, mohon tegas dan profesional,” harap Aji. Selain itu, Aji dan teman-teman LPPM UM akan berusaha untuk membersamai para reviewer untuk menjalankan proses review ini agar mendapatkan hasil riset yang bermutu. “Kalau dalam 2 hari belum selesai mungkin juga masih bisa dilanjutkan hingga selesai Lebaran, dengan laporan progres setiap 4 hari sekali,” kata Aji. Hal itu dia lakukan untuk membangun ekosistem senang meneliti agar reviewer tidak terlalu tertekan.
UM Naikkan Target Publikasi Jurnal
Sementara itu, Wakil Rektor III UM Prof Dr Markus Diantoro MSi mengungkap bahwa UM sedang mengejar target publikasi jurnal Scopus. Sebelumnya, publikasi yang dipenuhi sejumlah 1.700 hingga 1.800 artikel, sedangkan tahun ini targetnya dinaikkan lagi. “UM sekarang menargetkan 2.000 publikasi di Scopus,” ujar Markus. Dia menyarankan untuk kembali menggunakan cara sebelumnya yang telah berhasil meningkatkan publikasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami akan coba lagi cara yang sebelumnya sudah dilakukan dan berhasil meningkat secara eksplisit. Sekarang kami coba untuk kerja sama riset dan publikasi yang selama ini belum resiprokal,” ajak Markus.
Menurut dia, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilakukan bersama mitra yang publikasinya bagus dan memiliki tujuan sejalan. “Kami bisa mengajak mitra yang sangat dekat dan publikasi risetnya jalan, ini tidak harus ada dana baru,” kata Markus. Langkah lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kuantitas publikasi adalah mendampingi mahasiswa S3 yang sedang mengerjakan disertasi. “Kami akan dampingi mahasiswa S3 juga, tetapi tidak ikut campur di masalah topik, hanya mendampingi agar mereka bisa lulus lebih cepat dengan publikasi yang lebih dari satu,” ujar Markus. Berdasarkan perhitungan, adanya matching fund dan matching grant juga dapat meningkatkan jumlah publikasi. “Khusus penelitian yang bapak/ibu review ini, kalau berhasil didanai semua Scopusnya kira-kira bisa mencapai hasil 854. Nah, kalo kami masukkan ke matching fund dan matching grant bisa jadi sampai 1.300 output,” tutur Markus. Melalui proposal yang sedang direview inilah, dia mengatakan, sivitas akademika dapat menyumbang kesuksesan UM untuk meningkatkan publikasi hasil penelitian. Di samping itu, saat ini terdapat panduan baru yang mewajibkan hasil penelitian atau produk berbasis kerja sama. “Di panduan yang baru, yang tahun lalu tidak ada, IKU kita tahun ini mewajibkan produk tahun ini berbasis kerja sama, khususnya terapan dan pengembangan yang wajib ada mitra industri,” jelas Markus.
Panduan baru itulah yang akan digunakan untuk mereview 5.011 proposal yang telah di-submit. “Monggo (Silakan, Red) proposal ini dinilai dengan panduan yang baru, nanti kalau ada pertanyaan akan dipandu oleh operator. Bisa juga bertanya kepada reviewer yang sudah senior,” kata Markus. Dia berharap kegiatan ini dapat menjadi berkah bagi para reviewer yang hadir. “Kegiatan kita pagi ini mudah-mudahan mendapatkan berkah bagi semua dan dapat meningkatkan pahala dari ibadah puasa di bulan Ramadhan,” ujar Markus. Dia juga berterima kasih kepada seluruh panitia dan reviewer yang hadir untuk meluangkan waktunya memilah proposal yang bermutu. “Terima kasih kepada seluruh panitia dan reviewer yang telah hadir, padahal di laporan akhir dan publikasi nanti tidak ada namanya, tetapi bersedia memilah mana proposal yang bagus untuk didanai,” tutupnya dengan sedikit candaan.


