Pusat Pangan dan Kesehatan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan International Conference on Halal Development (ICHaD) 2025. Acara digelar di Gedung Graha Rektorat, Lantai 9, UM dengan format hibrida yang menggabungkan partisipasi luring dan daring. Dengan tema “Halal Nutrition for Health and Wellness: Bridging Islamic Faith and Science”, forum internasional ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk bertukar ide, berbagi hasil riset, serta memperkuat kolaborasi dalam bidang studi halal, gizi, kesehatan, dan kesejahteraan.

Konferensi ini menghadirkan pembicara kunci terkemuka dari Indonesia dan luar negeri, yaitu:
Arifatul Choiri Fauzi, M.Si – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Indonesia
Assoc. Prof. Dr. Adam Voak – James Cook University, Australia
Prof. Dr. Muhammad Imam Dawud, MA – Canal Suez University, Mesir
Assoc. Prof. Achmad Tohe, S.Ag, M.A., Ph.D. – Universitas Negeri Malang, Indonesia
Assoc. Prof. Dr. Jumardi Bin Roslan – University Malaysia Sabah, Malaysia
Konferensi diawali dengan upacara pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan, doa bersama, serta sambutan dari Kepala LPPM UM.

Sesi pleno menampilkan paparan inspiratif dari para pembicara kunci yang membahas beragam aspek pengembangan halal, mulai dari kesehatan perempuan dan anak, halal placemaking, gizi dan teknologi sains, hingga perspektif hukum syariah. Diskusi terarah bersama tiga pembicara kunci memberikan forum interaktif bagi peserta untuk berdialog lebih mendalam. Acara dilanjutkan dengan sesi paralel di tiga ruang breakout, di mana para peneliti mempresentasikan makalah mereka serta saling memberikan masukan konstruktif. Topik halal masih relevan di masyarakat terbukti dengan antusias para peserta yakni sebanyak 25 presenter dan 177 partisipan yang bergabung dalam acara ini. Pada sesi penutupan, panitia mengumumkan penghargaan Best Presenter Award sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi terbaik. Konferensi ditutup dengan penuh optimisme terhadap terjalinnya kolaborasi akademik dan praktis yang lebih kuat dalam pengembangan studi gizi dan kesehatan halal di tingkat global. ICHaD 2025 tidak hanya menyoroti integrasi antara iman Islam dan ilmu pengetahuan modern, tetapi juga memperkuat peran UM sebagai pusat penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat di tingkat internasional. Konferensi ini turut mendukung dampak yang dihasilkan UM terkait pengembangan berkelanjutan (SDGs) terutama pada poin 3 dengan mempromosikan gaya hidup sehat dan halal, poin 4 terkait pengembangan Pendidikan dengan dilakukannya diseminasi hasil pemikiran dan penelitian berbegai bidang ilmu, 7 mengenai energi bersih terbarukan, 8 mengenai peningkatan ekonomi salah satunya ekonomi syariah, 12 mengenai tanggung jawab konsumsi dan produksi produk terutama untuk produk halal dan 17 mengenai kerjasama internasional untuk memaksimalkan kolaborasi.