Forum Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKNI) kembali menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Kemajuan kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (RKLI/PMKLI) tahun 2025. Kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan bergilir itu, berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Rabu, (24/07/2025).
Forum ini diikuti oleh ketua dan sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) atau Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) dari 12 perguruan tinggi negeri berbasis pendidikan di Indonesia. Ke-12 perguruan tinggi yang tergabung dalam ALPTKNI antara lain Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Pendidikan Ganesha (UNDHIKSA), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan Universitas Negeri Manado (UNIMA). Ketua Forum ALPTKNI, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah sinergi dan peningkatan kualitas pelaksanaan riset serta pengabdian di lingkungan anggota.

“Melalui pertemuan ini, ALPTKNI ingin meningkatkan kinerja dan kerja sama sesama anggota. Dalam kesempatan ini, kami juga melaksanakan monev atas pelaksanaan RKLI dan PMKLI guna memantau kemajuan pelaksanaan penelitian, pengabdian, dan luarannya,” tutur Prof. Markus. Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa forum ini juga menjadi ruang untuk berbagi keberhasilan melalui sesi sharing best practice antar perguruan tinggi. “Selain itu, pertemuan pimpinan Asosiasi ALPTKNI bukan hanya sekadar kumpul-kumpul, tetapi kumpul yang memberi manfaat seperti yang diamanahkan oleh universitas kepada kita,” sambungnya.
Dalam sesi rapat koordinasi, para peserta juga melakukan diskusi mendalam mengenai kualitas dan efektivitas pelaksanaan program RKLI/PMKLI di masing-masing kampus. Salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana sistem pelaporan digital dapat ditingkatkan agar lebih terintegrasi dengan sistem informasi milik masing-masing perguruan tinggi. Prof. Markus berharap sistem RKLI/PMKLI ke depan dapat lebih fungsional dan tidak hanya sebatas platform unggah dan evaluasi. “Bukan sistem yang sekadar hanya untuk mengunggah, mereview, atau menganalisis luaran, tetapi juga bisa menyambungkan web masing-masing perguruan tinggi untuk mengunggah beritanya di sistem tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, selaku tuan rumah, Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, turut memberikan arahan pada kegiatan ini. Ia menyoroti pentingnya optimalisasi hasil penelitian dan pengabdian agar tak sekadar menjadi laporan administratif. “Bahwa kegiatan penelitian dan pengabdian harus dioptimalkan, ditindaklanjuti. Jangan berhenti di pembuatan laporan dan publikasi, tetapi diimplementasikan untuk kemanfaatan dan kemaslahatan,” jelas Prof. Sumaryanto. Pada tahun 2025 ini, terdapat 41 proposal utama RKLI dan 4 proposal utama PMKLI yang telah diajukan dan menjadi objek monitoring serta evaluasi dalam forum ini.
Kegiatan monev ini menjadi bagian penting dari upaya evaluatif untuk menjamin mutu luaran riset dan pengabdian yang dihasilkan oleh para dosen di lingkungan LPTK negeri. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek seperti relevansi topik, keterlibatan mitra, serta potensi implementasi hasil penelitian dan pengabdian di masyarakat. Sebagai tindak lanjut, dijadwalkan bahwa Monitoring dan Evaluasi Laporan Akhir RKLI/PMKLI akan dilaksanakan kembali pada minggu ketiga bulan November 2025 dengan Universitas Negeri Medan (UNIMED) sebagai tuan rumah berikutnya. Dengan kegiatan ini, ALPTKNI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran LPTK sebagai pusat pengembangan ilmu dan pemberdayaan masyarakat berbasis penelitian.
