Jelang Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan seminar nasional dan cek kesehatan gratis bagi anak-anak di Graha Cakrawala UM, Selasa (15/07/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara sebelum acara puncak yang akan terlaksana pada 23 Juli 2025. Universitas Negeri Malang juga turut menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Dr Pratikno MSocSc dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi sebagai narasumber dalam kegiatan kali ini. Selain itu, juga hadir Wawali Kota Malang Ali Muthohirin.
Untuk pesertanya yang hadir berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA se-Malang Raya. Para guru juga turut mendampingi peserta didiknya selama acara berlangsung.
Mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat, Menuju Indonesia Emas 2045”, rangkaian acara ini menyoroti tantangan zaman digital terhadap tumbuh kembang anak. Harapan dengan adanya kegiatan ini adalah era digital bukan menjadi penghambat tumbuh kembang anak tetapi menjadi pendorong anak-anak menjadi pemimpin di masa depan. “Bahkan di era digital, mereka bisa menjadi pelopor peradaban dunia sehingga diaspora anak-anak Indonesia itu makin tinggi,” jelas rektor Universitas Negeri Malang Prof Dr Hariyono MPd dalam sambutannya.
Kehadiran Menko PMK dan Menteri PPPA juga dinilai sebagai momen yang sangat berkesan dan membawa dukungan positif, tidak hanya bagi sivitas akademika UM, tetapi juga masyarakat Malang secara umum. Harapannya di masa depan, dia mengatakan, ada kemauan dalam diri anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka. “Maka kehadiran Bapak Menko PMK dan Ibu Menteri Kebudayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah sebuah impresi positif bagi UM dan masyarakat Malang untuk mengembangkan potensi anak-anak kami tumbuh kembang secara maksimal,” ucapnya saat diwawancarai. Selain itu, Rektor UM juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh dan berkolaborasi dengan program pemerintah. Hal ini dilakukan untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan tercapainya kebahagiaan sejati, yaitu tempat di mana ada relasi baik antar manusia saling terjalin dan tidak adanya perundungan dalam bentuk apa pun. “Kami mendukung program pemerintah, bagaimana kampus kami itu ramah kepada anak sekaligus juga bagaimana kita menciptakan relasi antar manusia di UM, khususnya mahasiswa, agar bisa memperoleh kebahagiaan yang sejati,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Dr Pratikno MSocSc turut mengapresiasi penyelenggaraan acara ini. Menurut dia, keterlibatan berbagai lapisan masyarakat—mulai dari murid, tenaga pendidik, pejabat daerah hingga pengamat pendidikan—menjadi bukti nyata komitmen UM dalam mendukung perkembangan anak di Indonesia. “Terima kasih kepada Pak Rektor yang menyelenggarakan acara seminar sekaligus acara yang meriah yang menghadirkan para guru dan para murid. Tentunya juga ada para pejabat daerah dan pengamat pendidikan,” ujarnya.
Sedangkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi juga menyampaikan apresiasinya terhadap Universitas Negeri Malang yang telah mendeklarasikan narasi anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal ini relevan dengan tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini di mana gadget merupakan salah satu penyebab kekerasan anak di Indonesia. “Karena hasil penelitian kami bahwa salah satu penyebab dari kekerasan terhadap anak, satu pola asuh, yang kedua adalah penggunaan gadget, yang ketiga adalah faktor lingkungan,” terangnya. Untuk menuntaskan masalah kekerasan anak ini, maka diadakanlah rangkaian kegiatan ini untuk memperingati Hari Anak Nasional. Dia menjelaskan, peringatan Hari Anak tahun ini berbeda karena akan diselenggarakan di seluruh sekolah di Indonesia. “Kalau biasanya diadakan di satu kota, ada perwakilan dari anak-anak se-Indonesia hadir. Maka pada peringatan Hari Anak tahun ini, kami selenggarakan di seluruh sekolah se-Indonesia,” ungkapnya. Nantinya, dia mengatakan, akan ada 4 agenda utama diselenggarakan yaitu senam bersama, permainan tradisional, menyanyikan lagu-lagu nasional maupun daerah, dan cerita tentang pahlawan nasional. Melalui keempat agenda ini, terutama permainan tradisional, dia berharap anak-anak bisa mengurangi ketergantungannya terhadap gadget.
“Saya akan menggarisbawahi permainan tradisional. Ini sebagai solusi yang kami berikan agar anak-anak ini tidak waktunya habis dengan gadget,” tegasnya. Sebelum acara berakhir, ada sesi penandatanganan kerja sama antara pihak UM, Menko PMK, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kerja sama ini sekaligus menjadi komitmen bersama antara UM dan kementerian untuk menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan aman bagi peserta didik.


