Universitas Negeri Malang (UM) menorehkan prestasi di ajang Indonesia Best Electricity Award (IBEA) 2025 di Jakarta, 3–4 Juli 2025. UM meraih penghargaan “One of The Best Universities on Renewable Energy Research” sebagai bukti dari dedikasi dalam penelitian dan inovasi, terutama terkait dengan energi terbarukan. IBEA sendiri merupakan ajang penghargaan di bidang kelistrikan terbesar di Indonesia. Tahun ini, UM berkesempatan menunjukkan hasil karya penelitian dan inovasinya.
Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si., Ph.D., Kepala Pusat Sains dan Rekayasa LPPM UM mengungkapkan bahwa partisipasi UM dalam event IBEA untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang renewbale energy. “Universitas Negeri Malang itu kalau dulu kan dikenalnya di bidang education. Kita tunjukkan bahwa UM itu penelitian tentang non kependidikannya, khususnya dalam hal ini renewable energy, itu juga sangat kuat,” ungkap Eli Hendrik Sanjaya yang juga Koordinator Pameran untuk Tim UM, saat diwawancarai Sabtu (12/7/2025). UM terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat unggulan dalam penelitian energi terbarukan. Fokus ini tercermin dari pusat penelitian UM yang telah memperoleh SK Kementrian, yaitu Centre of Advance Materials and Renewable Energy (CAMRY). “Jadi, di UM itu ada dua sektor yang sudah mendapatkan SK dari Kementerian. Itu yang tadi, CAMRY, sama satu lagi di bidang education,” ungkapnya.
Keberadaan CAMRY ini menunjukkan bahwa UM tidak hanya unggul di bidang pendidikan, tetapi juga berkomitmen penuh dalam mengembangkan inovasi di luar bidang pendidikan. Kualitas UM dalam bidang renwable energy semakin kuat dengan diperolehnya penghargaan sebagai “One of The Best Universities on Renewable Energy Research” di event IBEA ini. Kata Eli Hendrik, UM bisa membawa pulang penghargaan ini karena memang banyak penelitian yang membahas topik renwable energy ditambah dengan inovasi-inovasi yang sudah diciptakan UM. “Jadi, salah satu fokus penelitian unggulan UM kan tentang renewable energy yang mana memang suka menjadi isu global tentang energi ini,” ujarnya. Produk-produk yang UM pamerkan di event IBEA antara lain solar cell, superkapasitor, wind turbine dan charging station. Selain itu juga turut dipamerkan hasil inovasi dari advanced material, seperti microcontroller dan talent finder. “Kita pilih yang menarik, kemudian produk yang sudah jadi siap untuk dipasarkan gitu ya. bahkan ada yang sudah pernah dibeli oleh beberapa pihak,” paparnya. Sebelumnya, UM telah menjalin kerja sama dengan Wakatobi terkait teknologi solar wind turbine dan sejumlah mitra lain yang tertarik dengan charging station. Setelah pameran IBEA ini, beberapa calon mitra baru juga mulai melakukan negosiasi untuk kerja sama lebih lanjut dengan UM. “Kemarin juga sudah ada itu sudah online meeting. Hari Senin ada yang minta Zoom meeting untuk diskusi melihat tentang micro controller,” sambungnya.
Kedepannya, UM berkomitmen untuk terus melakukan penelitian dan mengembangkan inovasi-inovasi yang terkait dengan renewable energy. Komitmen ini dibuktikan dangan adanya direktorat tersendiri yang mengelola inovasi-inovasi peneliti UM, yaitu Direktorat Inovasi. Terlebih lagi, dukungan dana dari internal UM maupun hibah internasional yang UM dapatkan setiap tahunnya juga membuktikan konsistensi UM dalam berinovasi. “Itu menjadi bukti komitmen kami ya. Jadi, kita memfasilitasi seluruh peneliti UM,” tambahnya. Dia berharap semua Peneliti UM dari berbagai bidang dapat berpartisipasi dan mengikuti perkembangan global mengingat penelitian tentang renewable energy berkembang sangat pesat. Selain itu, juga diharapkan adanya kolaborasi dari pihak lain, seperti sesama perguruan tinggi, industri, pemerintah, hingga mahasiswa. “Kita sangat percaya bahwa kolaborasi itu bisa dapat mempercepat inovasi-inovasi yang akan kita hasilkan,” harapnya.