Malang, 25 Mei 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) bagi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu, 25 Mei 2025 pada pukul 07.00 – 15.30 WIB ini dihadiri oleh 107 peserta dari Takmir Masjid seMalang Raya, internal UM, Gresik, Pasuruan, dan Surabaya.
Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor III UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., yang dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan JULEHA sangat penting sebagai tambahan pengetahuan dan keterampilan juru sembelih serta mendukung SDGs terkait perlindungan konsumsen dalam mendapatkan jaminan produk halal sesuai syariat Islam. Pelatihan JULEHA dihadiri oleh Ketua LPPM UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., Sekretaris LPPM UM, Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., Kepala Pusat Kesehatan dan Pangan LPPM UM, Prof. Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., dan Kepala Pusat di lingkungan LPPM UM.
Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Ketua Bidang Diklat JULEHA Malang Raya, Muhammad Wahyudin yang membahas tentang Tatalaksana Penyembelihan Hewan Qurban untuk Mendapatkan Daging Halal, Aman, Utuh, dan Sehat. Dalam sesi ini, Bapak Muhammad Wahyudin menjelaskan pentingnya perencanaan dan pengelolaan qurban yang efektif agar pelaksanaan qurban dapat berjalan lancar dan efisien. Peserta diajak untuk memahami proses mulai dari pemilihan hewan, penanganan sebelum penyembelihan, hingga distribusi daging kurban. Tidak hanya pemberian materi dalam bentuk teori, para peserta juga diajak praktik penyembelihan hewan kambing secara langsung.
Setelah ISHOMA, sesi kedua dilanjutkan oleh drh. Septian Hakim Susantoputro, M.Si., Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang yang membahas tentang Kesehatan dan Penyakit Hewan Qurban. Dalam paparannya, drh. Septian Hakim menekankan pentingnya memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih untuk memastikan daging yang dihasilkan aman dikonsumsi. Beliau juga memberikan tips dalam menangani penyakit yang mungkin menyerang hewan kurban, sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit zoonosis.
Materi ketiga disampaikan oleh H. M. Athoillah Wijayanto, S.Ag. dari MUI Kota Malang. Beliau menyampaikan terkait panduan syariat Islam dalam ibadah qurban yang terdiri dari pengertian, hukum, hikmah, pahala berqurban, jenis binatang, syarat binatang qurban, waktu pelaksanaan qurban, hukum pemanfaatan daging qurban, niat dan mewakilkan qurban, qurban atas nama orang lain atau orang yang sudah meninggal, dan hukum menjual sebagian hasil qurban. Bapak H. M. Athoillah Wijayanto, S.Ag. juga menyampaikan bahwa penyembelihan yang sesuai dengan syariat tidak hanya mematuhi perintah agama tetapi juga memastikan kesejahteraan hewan dan kebersihan proses.
Kegiatan ini didukung penuh oleh LPPM UM dan disponsori oleh Baitul Maal Hidayarullah (BMH) Malang Raya, PT ACAnesia Ltd, UD. Hasil Tani Kabupaten Lumajang. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dalam penyembelihan hewan qurban tetapi juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Khususnya, SDGs 3 yang fokus pada kesehatan dan kesejahteraan yang baik, SDGs 12 yang mendorong konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, dan SDGs 17 kemitraan untuk mencapai tujuan yang dilihat dari kolaborasi antarsektor. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya praktik penyembelihan yang higienis dan bertanggung jawab, sehingga dapat meningkatkan kualitas daging kurban yang dihasilkan.
Dengan diadakannya pelatihan ini, Universitas Negeri Malang melalui LPPM berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pelaksanaan ibadah qurban mendatang, sehingga pelaksanaan qurban di Kota Malang dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan kaidah syariat Islam.

