Rektor UM, Prof Hariyono menegaskan bahwa pihaknya benar benar ingin berkontribusi dalam menjaga masa depan alam dan lingkungan yang lebih baik. Sehingga perubahan iklim yang bisa membahayakan isi bumi bisa diantisipasi.

Menurutnya, kampus yang sehat adalah kampus yang memiliki lingkungan fisik, sosial dan psikologi yang sehat pula. Untuk itu, gerakan penghijauan lingkungan kampus menjadi langkah dalam memastikan suplai oksigen di lingkungan kampus ke depan tetap terjaga dengan baik.

“Kami ingin menjadikan Hari Bumi ini sebagai momentum refleksi apakah kebiasaan kita selama ini sudah merawat lingkungan dengan sehat,” ucapnya.

Kedepan, pihaknya juga akan menggencarkan penanaman pohon berbagai jenis baik sayuran, buah hingga pohon langka di sudut sudut kampus. Sehingga oksigen kampus kian baik dan kualitas pembelajaran semakin baik.

“Kampus UM saat ini sekitar 37,5 persennya masih ruang terbuka hijau. Kedepan bangunan kami juga akan bangunan keatas untuk mempertahankan ruang terbuka hijau,” kata dia.

Soal sampah, UM juga berkomitmen mengembangkan TPS sebagai lokasi pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Target kecilnya, kampus UM bisa mengelola sampah sendiri tanpa membebani TPA Kota Malang.

Sementara itu, Ketua LPPM UM, Prof Markus Diantoro menambahkan bahwa kampus UM selama ini selalu berkontribusi dalam kegiatan kegiatan lingkungan baik di daerah, nasional dan internasional.

“Secara fundamental, kami ingin menggerakkan implementasi dan budaya terkait masa depan lingkungan,” ucapnya.

Kemudian juga mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri. Bahkan pengelolaan sampah juga dijadikan lomba atau kompetisi bagi mahasiswa yang sekaligus mendorong budaya peduli lingkungan.

“LPPM UM juga banyak melakukan penelitian soal sampah dan lingkungan,” ujarnya.

Sekretaris LPPM UM, Dr Hary Suswanto mengatakan, LPPM UM juga menaungi program green campus dalam menjaga lingkungan kampus yang hijau dan mendukung ketahanan pangan.

“Green campus UM juga gencar membudayakan penanggulangan sampah. Jadi menggerakkan kebersihan kampus, tentu didukung fasilitas tempat sampah yang memadai,” ujarnya.

Ketua Green Campus UM, Prof Sumarmi menyampaikan bahwa mahasiswa dan dosen UM saat ini sudah semakin peduli terhadap lingkungan kampus. Penanaman pohon ini dilakukan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan dan isu krisis air.

“Kita tau kendaraan dan permukiman semakin padat. Maka eksistensi pohon harus tetap terjaga untuk menjaga udara sekaligus menjaga kualitas resapan air,” tuturnya.

Green campus juga terus mendorong mahasiswa UM untuk menguatkan budaya peduli lingkungan. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar kompetisi nasional berkaitan dengan kepedulian lingkungan.

“Harapannya anak muda menjadi pemimpin maupun agen perubahan dalam menjaga lingkungan,” tandasnya.