MALANG – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) tengah menggenjot hilirisasi di bidang penelitian dan publikasi.  Hal ini ditandai dengan Workshop dan ToT Peningkatan Kompetensi KBK (Kelompok Bidang Keahlian), Jum’at (26/4/2024).

Kegiatan ini diikuti perwakilan masing-masing Fakultas UM, dan Dekan FMIPA UGM sekaligus national and international expert, Prof. Kuwat Triyana selaku pemateri.

Rektor UM Prof. Hariyono, MPd. menyampaikan, kegiatan ini menjadi sarana menambah wawasan untuk merubah mindset perguruan tinggi menjadi lebih positif. Sehingga mampu memberikan kontribusi besar terhadap bangsa.

“Kami berharap beliau (Prof. Kuwat) bisa menjadi salah satu role model UM untuk mengembangkan ide-idenya. Karena tidak ada ilmu pengetahuan tanpa ada ilmuannya,” ujar Prof. Hariyono saat membuka kegiatan.

Prof Hariyono melanjutkan, pihaknya berupaya mendorong KBK menjadi kelompok bidang keahlian yang bersinergi dengan bidang lain melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Apabila sebuah negara terlambat mengikuti perkembangan IPTK, tidak akan bisa menjadi negara berkembang yang mandiri.

“Harapannya, KBK kita tidak menjadi sesuatu yang tertutup, tapi fleksibel. Ada ruang pertemuan, perjumpaan, sehingga ide interdisipliner dan interdisipliner bisa terealisasikan. Bahkan yang sudah dilakukan sebelumnya, bisa berkembang lebih besar,” jelasnya.

Senada, Ketua LPPM UM Prof Markus Diantoro MSi menjelaskan bahwa KBK di UM sudah berjalan sejak diberlakukannya SK sekitar tahun 2016 lalu.

Namun, sejauh ini hanya KBK Fakultas MIPA dan Fakultas Teknik yang nampak berjalan baik. Mulai dari riset, publikasi, hingga aktivitas seluruh dosen yang beraktivitas di luar kampus.

Untuk itu, seluruh peserta ditargetkan untuk menghasilkan dokumen resmi yang memuat profil hingga tema penelitian. Sekaligus mendeseminasikan hasil ToT kepada masing-masig fakultas dengan didampingi LPPM dan mitra.

Dengan begitu, diharapkan dapat mendorong sinergi seluruh fakultas untuk sama-sama berkontribusi aktif mengembangkan penelitian, pengabdian dan tri dharma perguruan tinggi lainnya. Termasuk, pendidikan dan pengajaran.

“UM ingin bergerak bersama. Sehingga secara keseluruhan bisa lebih cepat, lebih produktif,” imbuhnya.

Sementara itu, Prof Kuwat dalam pemaparannya sangat mengapresiasi pesatnya perkembangan UM sejauh ini. Bukan saja pembangunan fisik, tapi juga leadership.

“Bagi saya UM itu luar biasa. Maka ini perlu diteruskan. Kebiasaan leadership yang bagus, harus disiapkan ke depan,” tuturnya.

Dikatakan pria yang juga banyak bergelut dengan KBK dan penelitian ini, poin pertama untuk membangun KBK yang baik adalah memastikan bisnis dan prospek yang ada di kampus, selaras dengan dunia industri.

Selain itu, infrastruktur pendukung utama seperti SDM dan keuangan yang menyenangkan juga harus mampu menunjang. “Membenahi grup riset dan kelompok saja belum cukup. Tapi harus yang lebih besar, membenahi tata kelola universitas,” sambungnya.

Prof. Kuwat sendiri menyampaikan materi berjudul Membangun Kelompok Bidang Keahlian di Perguruan Tinggi. Setelahnya, kegiatan berlanjut pada Sharing Sasion dan Tanya Jawab paralel dengan 4 nararumber internal. Mereka adalah Prof. Nandang Mufti, SSi., MT. di bidang Sains; Prof. Heru Suryanto, ST., MT. di bidang Teknologi; Bagus Setiabudi Wiwoho, SSi., MSi., PhD. untuk bidang Sosial Humaniora dan Prof, Ramli, MA. di bidang Pendidikan.