Jati Diri Mahasiswa (Kajian Sosiofilosofis Pendidikan Tinggi  yang Memanusiakan Mahasiswa)

Abstrak:

Pemikiran & paradigma Pendidikan Tinggi secara umum masih terkesan memposisikan mahasiswa pada kegiatan akademik. Kurang dalam implementasi penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Padahal dua kompetensi ini penting dimiliki sebagai kapasitas kontrol oleh mahasiswa dalam setiap dinamika yang terjadi pada lingkungan untuk perubahan menyeluruh di berbagai aspek kehidupan masyarakat bangsa ke arah yang lebih baik. Eksistensi ini membutuhkan model Pendidikan Tinggi yang mampu mengkonstruksi mahasiswanya selain memiliki kualifikasi dasar ilmiah, keahlian, dan penemuan, juga kemampuan problem solving, serta penerapannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama (aspek kemanusiaan dan kemasyarakatan). Untuk memenuhi kapasitas ini, dibutuhkan Pendidikan Tinggi yang memiliki pemahaman dan kesadaran tentang esensi mahasiswa sebagai manusia. Esensi ini secara sosiofilosofis terinternalisasi dalam empat segi, yakni manusia sebagai makhluk individu, makhluk sosial, makhluk susila, dan makhluk keberagamaan. Berpijak dari esensi tersebut, Pendidikan Tinggi perlu mengkonstruksi jati diri mahasiswa sebagai agent of change and social control, self-respect, self-reliance, self confidence, mampu menolong dirinya sendiri, mengenal nilai dan mau berbuat selaras dengan nilai (bertanggungjawab), sadar diri dan sadar lingkungan, serta tumbuh dan berkembang kesadaran relegiusnya melalui proses penghayatan, sikap dan kebiasaan dalam beragama.

Kata Kunci:  jati diri,  mahasiswa, pendidikan tinggi, memanusiakan

viagra oral
viagra oral
casino
viagra
viagra
viagra
viagra online
viagra online
viagra
viagra

best casino
viagra 100 mg

viagra onlin?

buy viagra online

best casino
online casino