Pluralisme Agama dalam sorotan Elit Agama di Malang Raya.
Ahmad Munjin Nasih, Joko Sayono

Abstrak:
Pluralisme agama telah menjadi salah satu wacana kontemporer yang sering dibicarakan akhir-akhir abad 20. Wacana ini sebenarnya ingin menjem-batani hubungan antaragama yang belakangan seringkali menunjukkan wajah disharmonis dengan banyaknya konflik yang mengatasnamakan agama sebagai sumber permasalahannya. Malang Raya sebagai salah satu wilayah yang menjadi pusat pengembangan agama-agama besar untuk wilayah Jatim memiliki potensi besar terhadap munculnya konflik antar umat. Atas pertimbangan itulah penelitian ini dilakukan. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengungkap tentang pemahaman elit agama Islam dari kalangan NU dan Muhammadiyah dalam memaknai pluralisme agama yang meliputi makna pluralisme agama dan implikasi pluralisme agama terhadap keyakinan beragama. Selain itu juga untuk menjelaskan langkah-langkah ulama NU dan Muhammadiyah dalam membangun harmonisasi kehidupan beragama dan upaya pencegahan terhadap konflik keagamaan yang mungkin disebabkan oleh pluralitas pemahaman keagamaan. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbendaan yang mendasar antara pemahaman elit NU dan Muhammadiyah. Secara umum elit NU dapat menerima paham pluralisme agama, sementara elit Muhammadiyah cenderung menolak. Para elit NU membagi pluralisma agama dalam dua wilayah, yakni wilayah teologis dan sosiologis. Untuk wilayah teologis, mereka menolak, akan tetapi sosiologis mereka menerimanya.

viagra pills
viagra pills

viagra sale

viagra onlin?

viagra without prescriptiona

buy viagra online

best casino
casino for money