Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat UM.

Di samping menjalankan fungsi pengembangan pendidikan, Perguruan Tinggi (PT), dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), LPM juga melaksanakan fungsi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, yaitu kegiatan pengembangan penelitian yang hasil-hasilnya ditindaklanjuti dengan penyebarluasan dan penerapannya bagi kepentingan masyarakat.

Penyebarluasan dan penerapan hasil-hasil kegiatan kepada masyarakat dilakukan melalui serangkaian program/kegiatan beserta evaluasinya dengan maksud untuk mendukung pelaksanaan pembangunan dan agar bermanfaat bagi peningkatan kemandirian, ketrampilan, dan kesejahteraan masyarakat.

Koordinasi penyelenggaraannya dilakukan secara melembaga dengan mengembangkan program/kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang produktif dan memanfaatkan secara optimal sumber daya yang ada secara terpadu dan berkesinambungan, termasuk menciptakan dan mengembangkan kerjasama dengan lembaga, dinas, dan instansi terkait, merespon secara aktif dan kongkrit pada setiap peluang proposal penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, program vucer, dan program pengembangan budaya kewirausahaan dari Dirjen PT atau pihak lain, seperti:

1. PEMDA
2. BAPPEDA
3. BALITBANGDA
4. MENEGKOP/UKM
5. DEPERINDAG
6. BKKBN
7. PMD

Kelembagaan

LPM UM dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 60 tahun 1982 dan Kemendikbud Nomor 0164/O/1983. Setelah disahkan PP Nomor 30 tahun 1990 tentang Perguruan Tinggi dan terbitnya Kepmendikbud Nomor 0465/O/1992 tentang Statuta IKIP MALANG (sekarang UM), kelembagaan LPM UM mengalami perubahan yang cukup mendasar. Berdasarkan peraturan tersebut, LPM UM merupakan unsur pelaksana akademik dan pengembang serta pengelola pelaksanaan kegiatan di bidang pengabdian kepada masyarakat.

Sesuai dengan misinya, LPM UM melakukan koordinasi dan melaksanakan fungsi pengelola kelembagaan dalam mengembangkan program/kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh civitas akademika UM dari fakultas, jurusan, perpustakaan, dan lembaga penelitian. Selain itu, LPM UM melaksanakan dan mengembangkan kerjasama dengan PT lain baik dalam maupun luar negeri, dinas/instansi pemerintah, lembaga swasta, dan organisasi sosial lain. Semuanya itu dilakukan untuk mengembangkan suasana yang dapat menumbuhkan kepekaan dan kesukarelaan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, kaji tindak, pengembangan hasil penelitian, dan pengembangan wilayah dengan asas ilmu amaliah dan amal ilmiah serta asas pendidikan dan kebudayaan dengan pendekatan ilmiah, crassdicip-linary, dan lintas sektor.

Dalam menyusun dan mengembangkan program-programnya, LPM UM menggunakan pedoman kerja yang berlaku. Dalam merealisasi program-program tersebut, dibentuklah satgas pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diprogramkan tiap tahun, baik yang bersifat penunjang maupun rintisan.

Visi
Mitra terpercaya dalam peningkatan kehidupan masyarakat yang cerdas, sejahtera, dan bermartabat

Misi
Menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk meningkatkan kecerdasan, kesejahteraan, dan martabat melalui layanan informasional, pelatihan, pemdampingan, asistensi keahlian, konsultasi, dan action research

Fungsi
Mengkoordinasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan secara melembaga oleh fakultas, jurusan, laboratorium, dosen, pustakawan, dan mahasiswa
Pengembangan berbagai jenis dan bentuk program-program pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Meningkatkan kemampuan dosen, pustakawan, dan mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat
Mengembangkan kerjasama dengan perguruan tinggi, pemerintah, atau lembaga lain yang relevan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan KKN

Tujuan
Meningkatkan keberdayaan masyarakat
Mewujudkan masyarakat belajar
Meningkatkan kesejahteraan dan martabat masyarakat
Tugas
Menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dan ikut mengusahakan sumber daya yang diperlukan

Bentuk Kegiatan
Program pendidikan masyarakat, berupa kegiatan-kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan berbagai aspek kehidupan masyarakat
Pelayanan kepada masyarakat, berupa kegiatan-kegiatan asistensi keahlian, fasilitasi, dan konsultasi
Bantuan aplikasi teknologi tepat guna (dikenal dengan program vucer 1 tahun, vucer non migas, atau SIPTekMan) bagi pengusaha kecil dan menengah
Kaji tindak (action research)
Pengembangan wilayah
Pengembangan budaya kewirausahaan
Usaha Jasa Industri (UJI)
Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat (Sibermas)
Pemberdayaan perempuan
Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Pengelolaan & Pengembangan KKN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah kegiatan intra kurikuler, yang memadukan dharma pendidikan/pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara lintas sektoral dan interdisiplin oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen. Sebutan/istilah ini tidak akan diubah, meskipun dalam perkembangan politik ada istilah kontemporer KKN dengan arti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Melalui KKN, mahasiswa diajak mengenal dan memahami secara langsung kehidupannya secara lintas sektoral dan interdisipliner.

Sebagai kegiatan penelitian, mahasiswa diajak menelaah secara sistematis dan metodologis, juga mendiskripsi permasalahan yang diamati secara langsung, sekaligus merumuskan kemungkinan-kemungkinan pemecahannya. Melalui KKN, mahasiswa dapat mengamalkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya berdasarkan pengamatan nyata untuk membantu pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat. Sesuai Memorandum Bersama antara Mendikbud dengan Mentri Kependudukan Kepala BKKBN No. 0314/U/1996 dan No. 278/HK-104/EB/96 tentang Peran Serta Mahasiswa Indonesia dalam Program Pembangunan Keluarga Sejahtera, sejak 1997/1998 KKN telah mendapat muatan usaha untuk Prokesra (Pra Keluarga Sejahtera dan Keluarga Sejahtera Tingkat I). Dengan demikian, KKN telah dikembangkan menjadi KKN-U.

Sebagai rangkaian upaya meningkatkan dan mengembangkan KKN, sejak semester genap tahun 1997/1998 telah diselenggarakan model pelaksanaan KKN ke arah terpadu dengan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen (satgas) bersama mahasiswa dan masyarakat di kecamatan: Kromengan, Pagak, Bantur, Tajinan, Jabung, Karangploso Kabupaten Malang dan Kedungkang Kotamadya Malang sesuai dengan potensi dan permasalahannya, yang dikelola oleh koordinator program Labang KKN. Kegiatan ini diprogramkan untuk menghasilkan Kerangka Program Menyeluruh dan Kerangka Program untuk masing-masing kecamatan.

Kegiatan Akademik Penunjang
Untuk meningkatkan nilai ilmiah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, telah diselenggarakan beberapa kegiatan akademik penunjang, yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas pengembangan program, pengelolaan kelembagaan, dan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan perkembangan pembangunan.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk Seminar Lokakarya Pengelolaan dan Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat dengan mendatangkan staf ahli Dirbinlitabmas, Seminar Lokakarya Evaluasi Pelaksanaan KKN-U, Seminar Lokakarya Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat, Program Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Vucer, Vucer Non Migas, pengembangan Budaya Kewirausahaan di masing-masing fakultas dan Perpustakaan di lingkungan UM yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun yang diikuti oleh dosen dan pustakawan, Pameran Teknologi Tepat Guna di Sasana Krida UM, dan 3 orang satgas terpilih untuk mempresentasikan hasil pengabdian kepada masyarakat di Ditbinlitabmas Jakarta.

Kerjasama
Dalam rangka meningkatkan peran dan menggiatkan program strategis guna membantu mempercepat pembangunan masyarakat, LPM telah merintis dan menjalin kerjasama dengan dinas/instansi/lembaga terkait dan menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan. Tujuan pokok program ini untuk:

Mengembangkan saling pengertian antar lembaga dalam melakukan tugas pembinaan di masyarakat
Memperoleh dana bagi kelancaran pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
Berbagai lembaga yang berhasil diajak bekerjasama antara lain:

  1. Pemda Tingkat I Jawa Timur
  2. Pembinaan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Trenggalek dan Kabupataen Magetan
  3. Depkop PKM Jawa Timur
  4. Pelatihan Perkoperasian, Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inbistek)
  5. Peningkatan Peran Lembaga Setara Klinik Konsultasi Bisnis (KKB) di Kabupaten Jember, Kabupaten Tulungagung, dan Kodia Kediri
  6. Depsos Jawa Timur
  7. Pembukaan Warung Murah
  8. Bappeda Tingkat I Jawa Timur
  9. Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG)
  10. Balitbangda Tingkat I Jawa Timur
  11. Pengembangan Kecamatan Wilayah pembantu Gubernur di Kediri
  12. Ditbinlitabmas Dirjen Dikti Depdiknas
  13. Program-program Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Vucer, Vucer Non Migas
  14. Pengembangan Budaya Kewirausahaan, PKPM dalam hal program Semi Que
  15. Dalam rangka menunjang program nasional wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, telah dirintis pengembangan motivasi belajar dengan pembinaan kelompok belajar Paket A dan Paket B, sejak tahun 1993/1994 hingga sekarang. Sejak tahun 1995/1996 hingga sekarang telah dilaksanakan:

Program pengembangan konsep/model pembelajaran anak usia wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun di daerah potensial drop-out

  1. Peningkatan kemampuan guru SD/MI
  2. Penerapan model pemilihan dan pembuatan media belajar untuk pendidikan dasar (SD/MI)
  3. Pembinaan perpustakaan sekolah
  4. Penerapan model Kerja Paket B
  5. Pelayanan manajemen pendidikan pondok pesantren (Ponpes) di Ponpes Sidogiri Pasuruan
  6. Pengembangan MAN Terpadu di Ponpes Denanyar Jombang
  7. Untuk menumbuhkembangkan sikap ilmiah dan meningkatkan kemampuan tentang penelitian serta penulisan Karya ilmiah di kalangan siswa SMU, khususnya anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dan sekaligus meningkatkan kemampuan guru dalam pembinaan KIR, sejak tahun 1994 diselenggarakan lomba penulisan proposal KIR siswa SMU, dan semilokal guru pembimbingan KIR dan pelatihan siswa SMU se-Kotamadya dan Kabupaten Malang, bekerjasama dengan Kandepdiknas dan Kandepang Kodia dan Kabupaten Malang.

Publikasi
Tujuan pokok program ini adalah untuk menata sistem manajemen informasi yang mencakup mekanisme pengelolaan kelembagaan pengabdian kepada masyarakat dalam hal kegiatan KKN, aktivitas, serta hasil pengabdian kepada masyarakat dan KKN, dalam bentuk dokumentasi untuk disebarluaskan kepada pihak yang terkait.

Penerbitan karya dari hasil kegiatan tersebut, dilakukan secara rutin tiap tahun berupa: Katalog Teknologi Tepat Guna (TTG) yang terbit sejak tahun 1984, jurnal/berkala penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bernama Jurnal Abdi masyarakat, terbit 1 (satu) kali setahun, sejak tahun 1996/1997 telah diterbitkan Warta LPM untuk periode triwulan tiap tahun, Profil LPM UM yang terbit setiap 5 tahun (terbitan perdana tahun 2000), dan Sistem Informasi Manajemen (SIM), di samping melalui seminar dan pameran.